Tuesday, June 2, 2015

Tips & Trik: Persiapan Liburan ke Jepang

Gion, Kyoto
Sejak diberlakukannya bebas visa kunjungan wisata ke Jepang untuk pemegang paspor elektronik Indonesia, semakin banyak saja orang-orang Indonesia yang merencanakan traveling ke Jepang, termasuk saya. Saya orangnya kalau merencanakan jalan-jalan suka terburu-buru, akhirnya pada saat di Jepang ada banyak sekali penyesalan yang saya alami karena kurangnya persiapan. Jepang itu negara mahal, jadi kalau banyak yang terlewatkan, menyesalnya bisa tujuh turunan. Kalau banyak duit sih nggak masalah ya, bisa balik lagi balik lagi.

Karena sharing is caring, disini saya coba menuliskan beberapa persiapan, tips dan trik berdasarkan pengalaman saya dalam mempersiapkan perjalanan ke Jepang yang efektif.

Musim
Jepang itu negara empat musim. Jadi tentukan dulu tujuan ke Jepang mau lihat apa? Kalau mau lihat bunga sakura pas lagi mekar-mekarnya, berangkatlah diawal hingga pertengahan April untuk melihat sakura di Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Tapi ingat, pada waktu ini tiket pesawat dan akomodasi harganya melambung tinggi dan sering full booked jadi sebaiknya membeli tiket dan booking akomodasi jauh-jauh hari sebelumnya. Jika ingin melihat sakura di Hokkaido (bagian utara Jepang) dan sekitarnya, berangkatlah pada akhir April hingga awal Mei. Jadwal sakura setiap tahunnya bisa dicek di Japan JNTO.

Shibazakura Festival yang Diadakan pada Musim Semi di Jepang
Kalau mau merasakan winter di Jepang, bermain ski atau sekedar melihat salju, November hingga Februari adalah waktu yang tepat. Jika merencanakan berangkat tahun depan, jangan lewatkan Sapporo Winter Festival yang akan diadakan pada tanggal 5-11 Februari 2016.

Tiket Pesawat
Pertimbangan musim diatas berpengaruh langsung pada pembelian tiket pesawat. Selalu ikuti promo maskapai murah meriah kesayangan kita semua, Ai*Asia. Jangan seperti saya yang asal beli tiket pesawat murah karena promo, eh ternyata musim sakuranya udah lewat, telat beberapa hari. Yang ada hanya sisa-sisa pohon sakura yang kering kerontang. Walaupun banyak promo dari low cost airlines, selalu pertimbangkan juga full service airlines karena mereka juga sering mengadakan promo. Ingat ya, low cost airlines saat ini rata-rata harus transit di Kuala Lumpur. Jangan lupa menghitung biaya yang akan dikeluarkan saat transit, membeli bagasi, makanan saat penerbangan, dll.

Bunga Sakura yang Tersisa

Hari Libur Nasional Jepang yang Harus Dihindari
Kenapa kita harus menghindari hari libur nasional orang Jepang? Salah satu musim libur di Jepang adalah Golden Week, yaitu hari raya nasional sepanjang 3-4 hari berturut-turut, dimana sebagian besar orang kembali ke kampung halamannya. Kalau di Indonesia mungkin setara sama hari Lebaran, dimana semua orang mudik. Saat Golden Week, ada beberapa operator bus yang berhenti beroperasi. Kereta, metro, bus dan semua transportasi umum sesak penumpang. Obyek-obyek wisata pengunjungnya membludak, sebagian besar adalah gerombolan anak sekolah. Golden Week biasanya jatuh di akhir April hingga awal Mei, berlangsung selama seminggu. Sebaiknya pikir-pikir lagi saat akan membeli tiket pesawat di saat Golden Week walaupun harganya sangat murah. Kalau gratis sih nggak apa-apa.

Obyek Wisata Padat Pengunjung saat Golden Week
Transportasi
Banyak orang yang menyarankan untuk membeli Japan Rail Pass (JR Pass) sebelum berangkat ke Jepang. JR Pass adalah kartu transportasi khusu untuk turis yang berlibur di Jepang. Sebelum membeli JR Pass, pertimbangkan baik-baik dulu apakah memang sangat diperlukan. JR Pass ini harganya kalau dirupiahkan sangat menguras kantong, ¥29.110 untuk 7 hari dan ¥46.000 untuk 14 hari. Kalau memang merencanakan traveling dari ujung selatan Jepang hingga ujung utara dalam 7 hari atau 14 hari, JR Pass memang pilihan yang paling ekonomis. Tapi ingat, tidak semua moda transportasi bisa dicover dengan JR Pass. Jika merencanakan perjalanan hanya seputar Osaka, Tokyo, Kyoto dan sekitarnya tanpa terburu-buru, pertimbangkan penggunaan bus untuk perjalanan antar kota dikombinasikan dengan one day pass untuk transportasi dalam kota.

One Day Pass Tickets




Saya sendiri menggunakan 3 Days Pass dari Willer Bus untuk perjalanan Osaka – Hiroshima – Kyoto – Tokyo karena murah dan tidak harus digunakan dalam 3 hari berturut-turut. Saya memilih bus malam untuk menghemat biaya akomodasi. Setiap tempat duduk di bus dilengkapi dengan colokan untuk charging, penutup kepala yang menyerupai kerang, dan kursi yang nyaman. Satu hal yang saya nggak suka dari Willer Bus ini, mereka menutup semua jendelanya dengan tirai yang sangat rapat jadi saya nggak bisa menikmati pemandangan di luar saat berada di dalam bus.


Perlukah Menyewa SIM Card/Internet Card?
Kalau untuk sekedar selfie kemudian upload di sosial media, sepertinya tidak perlu menyewa SIM Card. Wifi gratis dan kencang selalu tersedia di bandara, stasiun metro, pusat perbelanjaan besar, obyek wisata, Seven Eleven, dan hostel. Sebelum berangkat jangan lupa install aplikasi Japan Wi-Fi di handphone untuk terhubung dengan wifi gratis di seluruh Jepang.

Aplikasi Japan Wi-fi

Untuk memudahkan informasi selama traveling di Jepang, saya juga mendownload aplikasi Tabimori di handphone saya. Aplikasi ini sangat berguna untuk mencari informasi tentang kultur & budaya, transportasi, bahasa Jepang dasar, nilai tukar mata uang, prakiraan cuaca, dan masih banyak lagi.

Aplikasi Tabimori


Akomodasi 
Harga akomodasi di Jepang itu fluktuatif, tergantung musim. Jika merencanakan perjalanan di musim sakura, sebaiknya memesan beberapa minggu sebelumnya karena sebagian besar penginapan habis terjual. Aplikasi favorit saya sih www.booking.com karena tidak mengenakan pemotongan dari Credit Card dan pemesanan bisa dibatalkan dalam kurun waktu tertentu kalau misalnya terjadi perubahan rencana. Simple, mudah, no drama.


Pakaian 
Sudah jauh-jauh ke Jepang, beli tiket mahal, urus visa susah, eh salah kostum. Jangan sampai ini terjadi. Buat yang hobi belanja, bawa pakaian nggak usah banyak-banyak karena Uniqlo, Zara, H&M, Berskha dll di Jepang sering sale gila-gilaan. Koleksinya bagus-bagus dan harganya bisa jauh lebih murah dari brand yang sama di Indonesia.

Coat Berskha hanya 2500 Yen di Tokyo

Makanan 
Banyak orang yang khawatir kalau di Jepang itu bakalan susah dapat makanan halal, jadinya dari Indonesia bawa beras, rice cooker, mi instant, dan lauk kering. Mau liburan apa mau buka warung? Nggak perlu menyusahkan diri seperti itu, karena di Jepang banyak restoran sushi yang tentunya halal walaupun tidak bersertifikasi seperti di Indonesia atau Malaysia. Tempura (seafood atau sayuran goreng), takoyaki, dan Gyudon (nasi dan daging sapi) juga bisa ditemui dimana saja. Kalau masih ragu, banyak juga penjual kebab di Jepang.

Jajan Takoyaki. Photo by Dian Sarah/
Bahasa

Banyak desas desus yang beredar kalau orang Jepang itu pada nggak bisa Bahasa Inggris. Benar. Tapi semua orang Jepang bisa bahasa isyarat, jadi bahasa bukanlah penghalang untuk jalan-jalan ke Jepang. Oiya, menurut pengamatan saya, orang Jepang ini ramahnya luar biasa. Saya pernah nyasar dan nanya alamat ke seorang bapak paruh baya yang sepertinya akan berangkat kerja. Bahasa Inggrisnya terbatas sekali. Saya bukan hanya ditunjukkan arah, tapi diantarkan sampai ke tempat tujuan, sampai ke depan pintu alamat yang saya tuju. Dan ini kejadian bukan hanya sekali tapi berkali-kali dengan case yang berbeda.  Tapi mungkin lebih baik kalau sedikit tahu tentang bahasa Jepang untuk kata-kata yang penting seperti terima kasih, selamat pagi/siang/malam, tolong, dll. Aplikasi Tabimori bisa sangat membantu sebagai kamus bahasa Jepang sederhana. 

Visa
Untuk yang sudah punya e-paspor, berbahagialah karena tak perlu merasakan berdebar-debar menunggu visa disetujui atau ditolak. Tapi buat yang masih punya paspor biasa dan harus mengurus visa untuk liburan ke Jepang, harusnya lebih bahagia  dong, karena visa Jepang ini bisa digunakan untuk masuk ke Taiwan dan Korea Selatan secara gratis. Saya belum mencoba ke Taiwan, tapi saya berhasil masuk Korea Selatan dengan mulus dengan visa kunjungan Jepang. Caranya? Tunggu postingan saya selanjutnya. 

Duit
Persiapan yang paling utama adalah budget. Berapa yang diperlukan, itu tergantung gaya liburan masing-masing. Saya hanya mau kasih tips menukar uang dari Rupiah ke Yen yang paling praktis adalah melalui ATM. Jangan takut, sekarang sudah banyak bank Jepang yang menerima kartu ATM berlogo Visa, Mastercard dan Cirrus. ATM andalan saya adalah 7 Bank yang mudah ditemui dimana saja. 


Selamat berlibur!

2 comments :