Sunday, June 7, 2015

Osaka dalam Satu Hari

Glico Running Man

Apa??? Osaka dalam satu hari? Mana cukup!!!

Tenang teman-teman, saya juga nggak suka kalau ada orang yang menghabiskan waktu liburan hanya sehari di Osaka yang keren itu. Tapi sialnya, saya harus mengunjungi Osaka hanya sehari karena salah memilih jadwal liburan yaitu menjelang Golden Week, dimana bus antar kota sangat terbatas dan saya harus buru-buru mengejar bus-bus terakhir ke kota lain.

Anyway... Menikmati Osaka bukannya nggak mungkin dilakukan dalam satu hari saja. Anggaplah pesawat yang ditumpangi mendarat di Kansai Internasional Airport (KIX) pada pagi hari sehingga waktunya pas untuk memulai penjelajahan. Dari KIX, transportasi yang paling murah adalah dengan membeli One Day Pass dari Nankai Electric Railway seharga ¥1500. Kartu ini bisa digunakan satu hari penuh di perusahaan kereta tertentu. O iya, di Jepang itu transportasinya sudah sangat maju, tapi membingungkan karena banyak sekali perusahaan transportasi yang nggak mau bekerja sama. Jadi walaupun kita sudah membeli satu kartu untuk transportasi, tetap saja itu nggak berlaku untuk rute tertentu. Bingung kan? Iya, saya juga.

Peta Subway, Tram dan Metro di Osaka
Dari bandara, sebaiknya yang pertama kali dikunjungi adalah Osaka Castle, mumpung masih pagi. Kalau bawa backpack/koper yang berat dititipin aja di stasiun dengan harga ¥200 - ¥1000 yen tergantung ukuran barang. Kalau menitipkan barang di loker stasiun-stasiun besar seperti Shinjuku Stasiun, perhatikan dan ingat baik-baik letak lokernya. Jika menggunakan JR Pass, Osaka Castle bisa diakses dari stasiun Osakajoen. Kalau menggunakan subway atau One Day Pass ticket, stasiun terdekat adalah Tanimachi 4-Chome.

Nggak bisa masuk Osaka Castle, yaudah selfie aja di depannya :)
Saat musim sakura, jangan lewatkan Nishinomaru Garden dengan 600 pohon sakura dan tiket masuk sebesar ¥500. Bagi pecinta sejarah yang ingin masuk ke dalam Osaka Castle harus merogoh kocek sebesar ¥600. Yang nggak punya duit kayak saya, cukup berjalan-jalan di sekitar castle aja udah cukup kok, karena bisa lihat pemandangan bagus.

Hari mulai siang, saatnya pindah tempat, jangan terbuai dengan cantiknya taman di sekitar Osaka Castle. Ingat, kita hanya punya waktu 1 hari. Tak jauh dari Osaka Castle ada salah satu kuil tertua di Japang, Shitennoji Temple. Stasiun JR terdekat adalah Tennoji, tetapi jika menggunakan subway bisa turun di stasiun Shitennoji-mae Yuhigaoka. Tiket masuk Shitennoji Temple adalah ¥300, tapi saya lebih tertarik sama penjual buku-buku bekas di halaman sebelum pintu masuk kuil. Lapak yang jumlahnya puluhan ini tidak hanya menjual buku-buku bekas (kebanyakan bahasa Jepang), tapi juga barang-barang antik yang pantas dijadikan koleksi.

Lapak-lapadi di Halaman Shitennoji Temple
Saatnya makan siang, mari kita berburu makanan murah di Kuromon Market. Di jalan sepanjang 600 meter ini penuh dengan penjual makanan yang sebagian besar adalah seafood. Jika ingin mencoba sushi atau sashimi dengan ikan yang masih segar, disini tempatnya. Selain penjual makanan, pasar ini juga memiliki sebuah rest area yang dilengkapi dengan wi-fi gratis dan toilet. Kuromon Market dapat diakses dengan mudah dari Nipponbashi Stasiun, atau JR Namba Station jika menggunakan JR Pass.

Kuromon Market

Perut sudah terisi, saatnya jalan-jalan lagi. Tak jauh dari Kuromon Market, kita bisa berjalan kaki ke Den-Den Town, pusatnya Gundam dan anime Jepang. Walau nggak setenar Akihabara, Den-Den Town adalah surganya para Otaku. Bahkan, menurut pengamatan saya, beberapa toko disini menjual barang yang harganya lebih murah dibanding di Akihabara Tokyo. Di beberapa sudut jalan terdapat toko ‘orang dewasa’. Terdorong rasa penasaran, saya sempat masuk ke salah satu gedung, dan terbelalak melihat display DVD porno di lantai 1 dan 2. Naik ke lantai 3 ada banyak sextoys dan payudara buatan, paha buatan, bokong buatan yang kenyal-kenyal gimana gitu.. Lanjut ke lantai atas ada berbagai macam lingerie baru dan bekas pakai, tak ketinggalan majalah porno. OMG. Walaupun saya bukan termasuk Otaku, tapi Den-Den Town adalah tempat favorit saya di Osaka karena disini, dunia anak kecil saya kembali bangkit (dan dinodai oleh toko sextoys tadi).

Salah Satu Toko di Den-Den Town

Sore menjelang malam, saatnya menyusuri tempat nongkrong populer di Osaka, yaitu Namba. Dari Den Den Town bisa berjalan kaki ke Shinseibashi dan lanjut ke Dotombori. Dari sepanjang jalan Shinseibashi hingga Dotombori terdapat outlet-outlet internasional untuk yang ingin belanja pakaian, outlet Daiso terbesar di Osaka untuk yang ingin belanja barang 100-an Yen, dan gambar Glico Running Man yang legendaris itu untuk foto-toto selfie. Disini juga banyak restoran dan street food.

Namba
Tentu saja masih banyak tempat-tempat menarik lainnya di seantero Osaka, tapi kan waktu kita hanya sehari. Mengunjungi Universal Studio dan Kaiyukyan (Osaka Aquarium) juga bisa menjadi alternatif dalam menghabiskan 1 hari di Osaka. Jadi tunggu apa lagi? Ayo ke Osaka!

Untuk tanya-tanya seputar perjalanan saya, bisa email ke linda.bungasalu@gmail.com dan follow twitter @lynnbungasalu untuk update perjalanan saya lainnya. Thank you.

2 comments :

  1. Pengen banget keliling jepang.. Budget nya berapa mbak?

    http://ranseltravel.com/blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau berapa lama mbak ke Jepangnya? Kalau hanya Osaka Tokyo Kyoto dan sekitarnya selama seminggu sih saya rasa 8 juta cukup. Bisa lebih murah lagi kalau nginapnya di Couchsurfing.

      Delete