Monday, June 22, 2015

Hiroshima dalam Satu hari

Kota Hiroshima

Mendengar kata Hiroshima, yang terbayang di benak saya adalah pelajaran sejarah di bangku sekolah dulu. Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh tentara perang Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 dalam Perang Dunia II. Sebelas hari kemudian, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Saya mengunjungi Hiroshima pada Mei 2015 dan menghabiskan satu hari penuh di kota ini. Dari Osaka, saya menggunakan Willer Bus yang berangkat jam 12 malam dari Umeda Sky Building Osaka. O iya, saya memilih menggunakan 3 Days Pass dari Willer Bus yang harganya lebih ekonomis, yaitu ¥10.000 ketimbang menggunakan Japan Rail Pass seharga ¥29.110 untuk 7 hari. 3 Days Pass dari Willer bus ini bisa digunakan untuk 3 hari, nggak perlu berturut-turut. Perjalanan dari Osaka ke Hiroshima membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Saya memilih berangkat pada malam hari supaya irit biaya akomodasi karena Willer Bus ini sudah dilengkapi dengan kursi yang nyaman untuk tidur dan colokan untuk charging. Yah kurang shower room aja ini bus.

Mandi dulu, mbak! Kucel amat.
Willer bus tiba di Hiroshima pada jam 7 pagi, berhenti tepat di depan Seven Eleven, tak jauh dari Hiroshima Station. Saat pertama kali turun dari bus, saya cukup terkejut dengan tampilan kota Hiroshima. Gedung tinggi dimana-mana, tak jauh berbeda dengan Osaka. Tidak  tampak sama sekali sisa-sisa bom atom 69 tahun yang lalu.

Yang paling pertama saya lakukan setiap mengunjungi satu kota adalah mencari Tourist Information Centre. Sayang sekali, Tourist Information Centre di Hiroshima Station baru buka pada jam 9:30 jadi saya harus menunggu lama. Untungnya free wi-fi di Hiroshima Station cukup kencang jadinya saya bisa browsing informasi dan tempat-tempat menarik di Hiroshima dan sekitarnya sambil ngemil onigiri.

Tak selamanya Onigiri itu segitiga.

Transportasi 
Hiroshima memiliki sistem tram bernama Hiroden yang mencakup semua wilayah Hiroshima. Bagi turis yang hanya memiliki waktu satu hari penuh di Hiroshima seperti saya, tersedia One Day Pass seharga ¥600 atau ¥850 termasuk tiket ferry ke Pulau Miyajima yang tak jauh dari Hiroshima. Selain tram juga ada bus yang berpusat di samping terminal tram di Hiroshima Station. Menggunakan bus sedikit lebih sulit dari tram karena jalur bus ditulis dalam bahasa Jepang.

Peta jalur tram Hiroden di Hiroshima

Bagi penggila gaya hidup sehat, bersepeda bisa sangat menyenangkan di Hiroshima karena jalur sepeda sudah didesain sesuai dengan standar Jepang yang orang-orangnya gemar bersepeda. Informasi tempat penyewaan sepeda bisa didapatkan di Information Centre di Hiroshima Station, harga sewa sepeda mulai dari ¥1000 untuk yang jenis elektrik.

Saya memilih membeli One Day Pass ticket seharga ¥850 karena berencana mengunjungi Pulau Miyajima. Walaupun begitu, saya memilih berjalan kaki untuk menikmati obyek-obyek wisata yang terdapat di dalam kota.

Tempat Wisata

Shukkeien 
Taman tertua di Hiroshima ini mungkin tidak termasuk Top 5 tempat yang harus dikunjungi di Hiroshima. Tetapi karena lokasinya yang tidak begitu jauh dari Hiroshima Station dan jalan menuju kesana menyenangkan (melewati jembatan cantik dan perumahan penduduk), saya dan teman saya, Dian, kemudian berjalan kaki kesana. Bagi yang nggak suka jalan kaki bisa naik tram jalur 2 atau 6 dari Hiroshima Station, dan ganti tram nomor 9 di Hatcobori tram stop kemudian turun di Shukkeien-Mae tram stop.

Sejak dulu Jepang sudah terkenal dengan seni tamannya. Di dalam Shukeien terdapat berbagai jenis tanaman, bunga, pohon yang dipadukan cantik dengan kolam, jembatan, bukit, dan jalan setapak. Cantik sekali. Kebetulan saya datang di musim semi, walaupun bunga sakura sudah nggak mekar lagi, banyak bunga-bunga jenis lain yang bermekaran dengan cantiknya. Tiket masuk Shukkeien adalah ¥260, jam operasional dari 08:00 – 18:00. Saat belajar Seni Taman di bangku kuliah dulu harusnya saya datang ke taman ini biar dapat inspirasi.

Shukkeien, aslinya jauh lebih bagus dari foto ini.



Hiroshima Castle

Dari Shukkeien saya berjalan kaki sekitar 10 menit ke Hiroshima Castle yang sebenarnya bisa dicapai dengan menggunakan tram line 1, 2, atau 6 dan turun di Kamiyacho-nishi tram stop. Dibangun pada tahun 1589 oleh bangsawan Mori Terumuto, Hiroshima pernah menjadi salah satu kekuatan paling besar di Jepang barat. Seperti bangunan lainnya di seluruh kota, Hiroshima Castle juga hancur akibat bom atom 1945 dan kembali dibangun 13 tahun kemudian. Sekilas bentuk bangunan dan lanskap di sekitarnyanya sangat mirip dengan Osaka Castle namun berukuran lebih kecil.

Hiroshima Castle
Hiroshima Castle buka pada jam 9:00 – 18:00 dengan tiket masuk seharga ¥370. Dari puncaknya pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Hiroshima. Bagi yang kere seperti saya, cukup jalan-jalan di tamannya menikmati Hiroshima Castle dari jauh sambil duduk di pinggir kolam atau piknik di tamannya.

Peace Park Memorial 
Taman seluas 120.000 km² ini bisa dibilang adalah atraksi utama Hiroshima. Pada zaman sebelum bom atom, lokasi ini adalah pusat kota Hiroshima. Mungkin itulah sebabnya lokasi ini menjadi sasaran bom atom. Entah kenapa, setiap ngeliat orang tua jalan-jalan di taman ini, seketika saya bertanya dalam hati ‘kakek ini salah satu korban bom atom kali ya?'

Dari Hiroshima Castle taman ini bisa dicapai dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Nggak usah takut nyasar karena petunjuk jalan menuju kesini sangat lengkap. Kalau mau naik tram, bisa menggunakan jalur 2 atau 6 dan turun di Genbaku-mae tram stop. Tidak perlu tiket masuk untuk menikmati tamannya, tetapi jika ingin masuk ke museum harus membayar ¥50. Museumnya terdiri dari 2 bangunan utama tetapi hanya dibuka salah satunya karena sedang renovasi hingga tahun 2016. Di dalam museum pengunjung bisa mengetahui sejarah lengkap peristiwa bom atom tanggal 6 Agustus 1945.

Selain museum, bagian penting dari Peace Park Memorial adalah A-Bomb Dome, yaitu bangunan yang tersisa dari peristiwa bom atom. Bangunan ini kokoh berdiri walau tampak rusak di beberapa bagian, dan kini menjadi salah satu Unesco Heritage sebagai saksi sejarah penting.

A-Bomb Dome
Diantara Hiroshima Museum dan A-Bomb Dome terdapat Cenotaph for A-Bomb Victims yaitu monumen yang berisi informasi korban bom atom yang jumlahnya lebih dari 220.000 jiwa. Setiap tahun saat peringatan bom atom, upacara diadakan di Peace Memorial Park dan mengheningkan cipta dilakukan tepat pukul 08:15, tepat seperti waktu bom dijatuhkan.

Miyajima 
Saat merencanakan perjalanan ke Hiroshima, saya sempat ‘nyasar’ di salah satu blog yang memamerkan gambar torii raksasa berwarna merah cerah yang mengapung di pantai. Itulah tujuan utama saya mengunjungi Miyajima, pulau kecil di luar kota Hiroshima yang terkenal dengan Itsukushima Shrine dan torii mengapungnya.

Dari Memorial Peace Park saya menggunakan tram nomor 2 dan berhenti di Miyajima-guchi tram stop. Bagi yang memiliki JR Pass bisa menggunakan kereta JR Sanyo Line dari Hiroshima Station dan turun di Miyajimaguchi Station. Dari Miyajima-guchi perjalanan dilanjutkan menggunakan ferry selama 10 menit ke Pulau Miyajima. Pengguna JR Pass bisa menggunakan JR Ferry. Sebenarnya dari Hiroshima Peace Park ada ferry langsung ke Pulau Miyajima, tapi harganya mahal banget, ¥1900 one way.

Ferry dari Miyajima-guchi ke Pulau Miyajima
Miyajima adalah pulau kecil yang auranya sangat romantis, apalagi semua orang kelihatan datang berpasang-pasangan. Bahkan rusa-rusa yang berkeliaran secara bebas pun berpasangan, masa situ jomblo? Tujuan utama saya adalah melihat torii raksasa yang sudah kelihatan dari dermaga ferry. Torii itu adalah bagian dari Itsukushima Shrine yang bangunan utamanya juga terapung di air.

Tips: Sebaiknya datang pada pagi atau sore hari agar torii-nya tidak ketutupan bayangan saat difoto
Kita bisa berjalan kaki menikmati semua atraksi di pulau, dan untuk yang mau merasakan naik ropeway (semacam kereta gantung gitu) bisa membeli Miyajima Pass seharga ¥2000 sudah termasuk naik ropeway ke Mt.Misen dan ferry pulang-pergi ke Hiroshima (Miyajima-guchi station). Di pulau ini juga ada becak khas Jepang yang ditarik oleh manusia. Becak ini bisa berhenti dimana saja, harganya sesuai kesepakatan penumpang dan penarik becak.

Becak Jepang
Yang perhitungan dan pelit seperti saya, cukup menikmati pulau dengan berjalan kaki. Ada beberapa tempat wisata selain torii terapung di Miyajima, yaitu:

Itsukushima Shrine yang berwarna merah cerah, mengapung di air dan merupakan UNESCO Heritage Site. Tempat yang menarik, tapi tiket masuk seharga ¥300 mengurungkan niat saya untuk masuk ke dalamnya. Bagi yang berminat masuk, jam operasional Itsukushima Shrine berubah-ubah menyesuaikan dengan musim. Maret – Oktober 6:30 – 18:00, November, Januari - Februari 6:30 – 17:30, dan Desember 6:30 – 17:00.

Itsukushima Shrine. Maap yah fotonya nge-blur, maklum jepretnya dari jauh.
Senjokaku, yaitu paviliun besar terbuat dari kayu yang dibangun pada tahun 1587. Dengan tiket masuk ¥100, nggak terlalu banyak yang bisa dilihat di paviliun ini karena memang dibiarkan kosong sejak pemiliknya, Toyotomi Hideyoshi meninggal dunia tepat saat paviliun ini selesai dibangun. Tak jauh dari Senjokaku ada pagoda 5 lantai yang dikelilingi oleh pohon sakura, yang pastinya cantik banget kalau pas musim sakura.

Daisho-in adalah satu-satunya obyek wisata gratis di Miyajima, tapi untuk melihat kuil Budha ini harus naik dulu ke atas bukit. Duh!

Miyajima Public Aquarium buka pada jam 8:30 – 17:00 dengan tiket masuk ¥1050 juga layak dikunjungi saat ke Miyajima, apalagi jika membawa anak kecil. Di dalamnya terdapat 350 jenis binatang laut, termasuk penguin. Tentu saja saya nggak masuk kesini karena tiketnya mahal.

Jika ingin mengunjungi semua obyek wisata tersebut, termasuk naik ropeway ke Mt. Misan, sebaiknya meluangkan waktu paling tidak sehari penuh dari pagi hingga sore hari. Saya nggak punya waktu sebanyak itu, jadi cukup puas dengan berjalan-jalan di Omotesando, ruas jalan yang isinya toko souvenir, makanan, dan cafe. Souvenir khas Miyajima adalah spatula kayu yang dibentuk jadi gantungan kunci, magnet kulkas, hingga spatula kayu mini.


Saat akan kembali ke Miyajimaguchi Station menggunakan ferry, tiket One Day Pass saya hilang, jadinya saya harus membeli tiket ferry seharga ¥160 one way dan tiket tram menuju Hiroshima Station seharga ¥160. Apes.

Makan dan Minum 
Di Pulau Miyajima, sepanjang jalan Omotesando dan jalan utama dari dermaga ferry ke Itsukushima Shrine ada banyak sekali restoran dan penjual jajanan tradisional Jepang. Jajanan khas Miyajima adalah Momiji Manju, sejenis kue bolu mini berbentuk daun maple berisi kacang merah. Ada juga Age Momiji, yaitu kue Momiji Manju yang digoreng. Karena digoreng, bentuknya sudah tidak seperti daun maple lagi. Ada juga jajanan Oyster yang diolah jadi gorengan atau hanya dipanggang. Sayang banget, saya nggak punya gambarnya satupun karena habis beli langsung dimakan. Udah habis baru ingat kalau jajanannya belum difoto.

Di Hiroshima, untuk menyiasati biaya makan yang mahal, saya selalu membeli sarapan di minimarket seperti Seven Eleven. Sebenarnya nggak murah-murah banget sih, karena satu onigiri harganya sekitar ¥120 dan satu aja biasanya nggak cukup. Di lantai basement Hiroshima Station ada sebuah supermarket besar yang isinya makanan semua. Saat malam hari jam 8:30, beberapa makanan di supermarket ini harganya dikurangi hingga 30%.

Bekal makan siang ala supermarket. Tapi jangan terlalu sering ya, soalnya makanan restoran banyak yang enak-enak.

Menginap
Mengunjungi Miyajima bisa dilakukan dalam satu hari, tapi untuk pengunjung yang mau menginap bisa di guest house dan ryokan (penginapan Japanese style) dengan tarif paling murah sekitar ¥7000. Saat musim ramai pengunjung (Maret – Oktober) harga penginapan di Miyajima lebih mahal dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Penginapan untuk backpacker yang ingin menginap dekat Miyajima bisa di Miyajima Backpackers, lokasinya tak jauh dari ferry terminal di Miyajima-guchi dengan tarif mulai $2900 per malam. Penginapan di pusat kota Hiroshima ada banyak di sekitar Memorial Peace Park, salah satunya adalah Guest House Carpe yang memiliki dorm seharga ¥2500 per malam.

Saya sendiri memilih menginap di Willer Bus (lagi), dalam perjalanan menuju Kyoto. Bus dari Hiroshima berangkat jam 22:45, tepat di depan Seven Eleven. Bus-bus di Jepang selalu tepat waktu, jadi 20 menit sebelum waktu keberangkatan para penumpang sudah antri di depan bus (antrinya yang benar-benar lurus, walaupun berpasangan tetap baris depan-belakang nggak kayak kita yang biasanya gandengan kalau antri berpasangan) dan penumang diperbolahkan naik ke bus saat 10 menit sebelum keberangkatan.

Jadi buat siapapun yang mengunjungi Jepang, Jangan lewatkan Hiroshima dan Miyajima yang cantik ini. Selamat berlibur!


 

7 comments :

  1. Nice post. Jadi penasaran banget pengen ke Miyajima. Wajib nabung nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks udah mampir. Iya, saya juga pengen balik lagi ke Miyajima, naik ke bukitnya.

      Delete
  2. Aku kangen banget dengan Hiroshima!!

    ReplyDelete
  3. Linda, ada tulisanmu muncul di Harian Republikan Tanggal 28 Juni 2015, di edisi jalan jalan.

    ReplyDelete
  4. judulnya hidup di bawah Tanah ala cober peedy

    ReplyDelete