Sunday, May 31, 2015

BEAUTY BENEFITS OF HONEY


Ada kejadian lucu saat perjalanan saya ke Korea Selatan beberapa minggu lalu. Saat itu, travelmate saya kehabisan sabun mandi. Karena saya baik hati dan suka menolong, saya pinjeminlah sabun mandi ke dia. Bukannya berterima kasih, dia malah menolak menggunakannya karena ada tag ‘whitening’ di botolnya. Akhirnya saya berusaha meyakinkannya kalau menggunakan sabun whitening sekali saja tidak akan membuatnya bertambah putih seketika. Oiya, teman saya ini kebetulan orang Eropa berkulit putih yang selalu memimpikan kulit kecokelatan seperti orang Indonesia pada umumnya.

Beda lagi dengan mama saya. Saat pulang traveling selama sebulan, beliau kaget melihat kulit saya yang sudah berubah kusam kecokelatan. Malam itu saya habiskan dengan menerima wejangan bahwa anak perempuan itu harus menjaga kecantikan kulitnya, bukannya pergi ngebolang dan pulang dengan kucel dan nggak bisa dikenali lagi. Tidak selesai sampai disitu, keesokan harinya saya dipaksa membeli produk perawatan kulit saat menemani beliau ke supermarket.

Kulit gosong hasil traveling 5 minggu: Japan, South Korea, Sri Lanka
Saya yang nggak biasa pake produk perawatan kulit menjadi galau dan bingung menatap deretan produk body lotion. Akhirnya pilihan saya jatuh ke Natural Honey yang harganya cukup ekonomis dan terbuat dari pure honey. Body lotion terbuat dari madu murni? Setahu saya, manfaat madu untuk tubuh sangat banyak: meredakan radang tenggorokan, antiseptik untuk luka luar,membuat rambut berkilau, dan melembabkan kulit. Jadi, body lotion dengan kandungan madu murni pasti sangat baik untuk kulit.

Tapi kegalauan saya nggak perhenti sampai disitu. Natural Honey ini punya 4 varian produk dan saya bingung harus pakai yang mana. Yaudah, saya beli aja semuanya karena harganya yang nggak menguras kantong. Sampai di rumah, saya baca baik-baik kandungannya, manfaatnya buat kulit, sekalian mencoba satu-satu.

Natural Honey Moisture Rich
Kulit Tetap Sehat, Segar, dan Bercahaya 

Natural Honey Moisture Rich ini cocok untuk kulit yang kering dan pecah-pecah, terutama di bagian siku karena mengandung :

Pure Honey menjaga kesehatan dan kelembaban kulit
Olive Oil memberi kelembaban untuk kulit sehat
Vitamin E merawat kulit kusam dan kasar menjadi cerah dan bercahaya
24H Formula mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam hingga 24 jam

Nah kemarin waktu traveling ke Jepang kebetulan sekali sedang pergantian musim dari winter ke spring, jadi cuacanya masih sangat dingin sampai kulit saya pecah-pecah. Di Korea Selatan juga seperti itu, jadi Natural Honey Moisture Rich ini sangat cocok dibawa traveling saat cuaca dingin. Saya menggunakan Natural Honey ini saat malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan kelembaban kulit yang kering.

Natural Honey Pure White
Kulit Tampak Putih dan Terlindungi

Sebagian besar wanita Indonesia mendambakan kulit putih bercahaya. Namun kondisi kulit yang tak sehat dan tak terlindungi seringkali membuat kulit menjadi kusam dan tak bercahaya. Natural Honey Pure White dapat merawat dan menjadikan kulit bercahaya karena mengandung:

Pure Honey untuk kelembaban dan kesehatan kulit
Yoghurt kaya nutrisi alam untuk kulit
Vitamin B3 mampu menghambat pembentukan melamin kulit agar tampak lebih putih
SPF 30 ++PA secara aktif melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV A dan UV B sinar matahari

Saya dulu juga memimpikan kulit putih bercahaya seperti bintang iklan di TV. Tapi sekarang buat saya kulit itu yang penting sehat dan terawat dengan baik, tak perlu putih karena kulit cokelat itu eksotis gimana gitu...

Natural Honey Antioxidant
Kulit Terlindungi dari Kondisi Buruk Lingkungan 

Hobi saya yaitu beraktifitas di luar ruangan seringkali mengharuskan saya terkena paparan langsung sinar matahari. Belum lagi kondisi buruk lingkungan seperti debu, asap kendaraan bermotor, dan polusi udara yang akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan membuat kulit tidak sehat. Untuk itu Natural Honey Antioxidant dapat melindungi kulit karena mengandung:

Pure honey menjaga kelembutan dan kesehatan kulit
Orange Extract kaya vitamin C sebagai antioxidant
Double UV Protection melindungi kulit dari paparan sinar matahari
24H Formula mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam selama 24 jam

Natural Honey Antioxidant ini menjadi favorit saya karena kandungan bahan-bahannya sesuai dengan apa yang saya inginkan untuk kulit. Setiap akan beraktivitas di luar ruangan, saya menggunakan Natural Honey Antioxidant untuk melindungi kulit.

Natural Honey Firm & Youthful
Tampil Cantik Muda dengan Kulit Tetap Kencang

Siapa sih yang nggak pengen tampil awet muda dengan kulit kencang? Untuk itu dibutuhkan Natural Honey Firm & Youthful yang mengandung:

Pure Honey membantu merawat kesehatan dan kelembutan kulit
Yeast Extract sebagai skin conditioner
Collagen menjaga kekencangan dan keremajaan kulit
24H Formula mengunci kelembaban alami kulit dan menutrisi hingga lapisan terdalam selama 24 jam

Saya beruntung dilahirkan sebagai orang Asia yang selalu tampak awet muda, sehingga setiap ketemu dengan teman-teman baru dari berbagai belahan dunia, mereka selalu menebak umur saya sekitar 5 tahun lebih muda. Untuk terlihat tetap muda selain dengan merawat kekencangan kulit, tentu saja harus dibarengi dengan make up yang sederhana layaknya anak muda.

Mengaplikasikan Natural Honey Hand & Body Lotion

Kelebihan Natural Honey
Saya suka tekstur Natural Honey yang cepat menyerap di kulit dan tidak lengket. Setelah diaplikasikan, kulit menjadi sedikit mengkilat dan tahan lama hingga 6 jam walau beraktifitas di luar ruangan.

Kemasannya tersedia dalam 200 ml dan 100 ml. Saya memilih kemasan 100 ml karena praktis dibawa kemana-mana.

Harganya sangat terjangkau, berkisar 6.200 – 7800 Rupiah untuk ukuran 100ml dan sekitar 12.000 Rupiah untuk kemasan ukuran 200 ml.

Mudah ditemukan di supermarket Giant, Hypermart dan Carrefour.

Kekurangan Natural Honey
 Saat ini saya belum menemukan kekurangan Natural Honey Body Lotion.

Overall, saya akhirnya menemukan hand & body lotion dengan kandungan bahan alami yang baik untuk kulit, mudah diaplikasikan, tidak lengket, dan wangi yang nggak lebay. Kemasannya pas 100 ml, memudahkan untuk dibawa kemana-mana. Yang paling penting, harganya pas di kantong backpacker. Saya menggunakan secara rutin Natural Honey Moisture Rich pada malam hari dan Natural Honey Antioxidant pada siang hari untuk aktivitas di luar ruangan.

Website : Natural Honey
Bekerja sama dengan B Blog ID



URL Proyek 1 berpartisipasi dalam "Beauty Benefits of Honey” Blog Competition [8]

Saturday, May 23, 2015

Pekerjaanku di Australia (Part 4)

Saat meninggalkan William Creek Hotel karena dipecat, saya dan Suzi akhirnya jalan-jalan ke Coober Pedy kemudian lanjut ke Alice Springs. Di Alice Springs saya sempat ikut tour ke Ayers Rock, Kata Tjuta, dan Kings Canyon selama 3 hari. Sepulang dari tur 3 hari, akhirnya saya buka-buka Gumtree lagi dan mulai mencari kerja di wilayah Northern Territory (NT). Gayung bersambut, hanya butuh satu hari untuk deal pekerjaan dengan seseorang bernama Lynda. 

Perjalanan ke Ayers Rock

Dua hari kemudian, saya dijemput di Alice Springs oleh seorang lelaki botak bernama Greg yang belakangan saya tahu adalah manager Wauchope Hotel, tempat kerja saya di NT. Sesuai dengan namanya, Wauchope Hotel letaknya di daerah bernama Wauchope (dibaca Wokap), berada 500 km dari Alice Springs dan 900 km dari Darwin. 

Wauchope hotel ini adalah satu-satunya bangunan dalam radius 17 km ke selatan dan 113 km ke utara. Kebayang kan betapa sepinya daerah sekitar hotel ini. Terus yang nginap siapa? Yang mampir siapa? Yang minum di bar siapa? Jadi begini: Karena ini hotel jaraknya jauh banget dari kota, jadi yang mampir adalah orang-orang yang melakukan perjalanan darat (roadtrip) dari Darwin ke Adelaide atau sebaliknya. Jangan dikira hotel ini sepi ya, setiap hari pengunjungnya banyak banget sampai stafnya pada mau jungkir balik. Wauchope Hotel juga dikenal dengan nama Devils Marbles Hotel karena lokasinya berada sangat dekat dengan Devils Marbles, salah satu obyek wisata di wilayah Northern Territory. 

Devils Marbles, Northern Territory

Tapi sebanyak-banyaknya orang roadtrip, pelanggan utama kami adalah orang-orang Aborigin yang berdomisili di bush (padang belantara) di sekitar hotel. Tapi sumpah, sampai masa tugas saya berakhir, saya nggak pernah ngeliat satupun tempat tinggal mereka. Orang-orang Aborigin ini adalah hiburan tersendiri buat kami para staf hotel. Mereka itu nyebelin, suka bikin onar, kerjaannya mabuk melulu.
Di Wauchope Hotel ini saya baru tahu kalau para Aborigin ini sangat diperhatikan oleh pemerintah NT. Mereka punya yang namanya Basic Card, yang setiap minggu diisi oleh pemerintah sebesar $400. Kartu ini berlaku seperti ATM, bisa digunakan untuk membeli apa saja kecuali alkohol dan tembakau/rokok. Para Aborigin ini sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap, tapi mereka selalu punya duit diluar dari Basic Card, entah didapatkan dari mana. Menurut manager saya, mereka mempunyai tanah di wilayah NT yang dikelola oleh badan swasta untuk pertambangan. Sebagai gantinya, pihak yang mengelola pertambangan memberi ganti rugi setiap minggu atas tanah mereka. Duit ganti rugi inilah yang digunakan untuk membeli bir.
Pemerintah NT dan hotel tempat saya bekerja menetapkan peraturan yang ketat untuk pembelian alkohol untuk orang Aborigin. Bukan bermaksud diskriminatif, tetapi ini untuk kebaikan mereka juga karena konon daya tahan tubuh mereka untuk alkohol sangat lemah. Kalau orang normal minum bir 4.5% alkohol berkaleng-kaleng nggak mabuk, mereka minum 2 kaleng aja langsung mabuk. Kalau orang normal hari ini mabuk besoknya seger kembali, Aborigin ini butuh berhari-hari untuk pemulihan. Atas dasar inilah maka pemerintah menetapkan batas maximum pembelian bir untuk Aborigin adalah 6 kaleng per hari dan mereka tidak diperkenankan membeli Spirits (wisky, gin, vodka, dll). Untuk membeli bir mereka harus menunjukkan ID card, dan kami mencatatnya di sebuah buku beserta nomor plat kendaraan mereka. Jika tidak memiliki kendaraan, kami tidak boleh memberi alkohol. Setiap 2 hari sekali polisi lokal datang memeriksa buku ini.
Tapi orang Aborigin selalu punya akal untuk membeli bir lebih dari 6 kaleng setiap hari. Misalnya, si Tony datang jam 10 pagi membawa ID card-nya sendiri membeli 6 kaleng. Siangnya dia datang lagi dengan isterinya, menggunakan ID card isterinya. Setelah itu dia datang lagi dengan adiknya, tetangganya, sepupunya, temannya. Begitu seterusnya sampai kami memutuskan tidak akan memberinya bir lagi walaupun dia datang dengan 10 orang yang berbeda. Tapi bukan Aborigin namanya kalau menyerah begitu saja. Kalau saya bilang tidak, dia akan marah-marah dan minta dipertemukan dengan Greg, manager hotel. Cuih! Lagak lo kayak orang penting aja!
Di Wauchope Hotel, saya bekerja 7 hari dalam seminggu, setiap hari minimal 8 jam tapi saya tidak pernah merasa lelah. Ada satu minggu saya bekerja hingga 70 jam, namun saya tidak mengeluh karena bayaran yang saya dapat juga setara. NT adalah wilayah bagian Australia yang rate gajinya paling tinggi. Mungkin karena wilayahnya kaya dan nggak banyak orang yang mau bekerja disini. Di minggu-minggu pertama, saya dibayar $27,5 untuk Senin – Jumat dan $52 untuk weekend. Disini saya menyesal, kenapa nggak dari dulu pindah ke NT. Setelah Natal, manager saya yang satu lagi bernama Lynda resign, digantikan oleh Greg dan akhirnya gaji saya turun ke $22 Senin – Jumat dan $30 untuk weekend. Rupanya selama beberapa minggu Lynda salah memasukkan rate gaji saya ke dalam sistem pembayaran hahahahaha...
Tepat tanggal 1 February, saya memutuskan resign dari Wauchope Hotel untuk roadtrip selama sebulan. Sebenarnya saya masih bisa bekerja sebulan lagi dan mengumpulkan paling sedikit $5000 bersih, tapi apalah artinya uang kalau tidak dinikmati untuk jalan-jalan. Australia ini luas, sayang banget kalau saya hanya tinggal dan bekerja hingga visa Work and Holiday ini habis.
Roadtrip!
 Selesai sudah perjuangan saya mengumpulkan pundi-pundi Dollar di Australia. Menggosok gelas di Perth, jadi Hotel Allrounder di Perenjori, jadi Au Pair selama semingu di Melbourne, bekerja sambil main snowboarding di gunung salju, naik pesawat pribadi di William Creek, hingga berkawan dengan Aborigin di Wauchope. Saya cukup beruntung. Dan yang paling penting, berangkat WHV jomblo, pulangnya dilamar. Ehem!
Selesai.