Friday, November 14, 2014

Coober Pedy dan Kehidupan Bawah Tanah

Coober Pedy terkenal sebagai penghasil opal terbesar di dunia. Apa itu opal? Saya sendiri kurang begitu akrab dengan batu-batuan berharga, tapi seingat saya, di buku Harry Potter ceritanya horcrux ke 3 Voldemort disembunyikan di dalam bandulan kalung yang terbuat dari opal! Yah begitulah kira-kira ceritanya. Kalau Voldemort aja mau mempercayakan nyawanya di dalam batu perhiasan, berarti batu itu tinggi harganya.

Oke, lupakan sejenak Voldemort dan Horcruxnya, karena saya mau cerita tentang sebuah kota dan kehidupan orang-orangnya yang unik. Coober Pedy berada 850km dari Adelaide dan 685 km dari Alice Springs. Lokasinya memang berada di tengah-tengah South Australia yang gersang. Karena gersang, suhu udara di Coober Pedy ini panasnya luar biasa. Saya datang di bulan November, suhu waktu itu 38ᵒC, dan di bulan Januari bisa sampai 47ᵒC. Inilah yang membuat penduduk Coober Pedy mencari cara buat bertahan hidup di suhu udara yang sangat panas, yaitu dengan membuat rumah di dalam tanah.


Rumah Bawah Tanah
Selain keren, rumah bawah tanah ini juga adem. Mau diluar panasnya kayak apa, suhu di dalam rumah tetap 23ᵒ. Bukan hanya rumah, restaurant, toko buku, art gallery, sampai gereja semuanya berada di dalam tanah. Dari 4000 jiwa penduduknya, 80% diantaranya tinggal di dalam tanah.

Bagaimana Caranya Ke Coober Pedy?
Cara paling mudah adalah dengan menggunakan mobil melalui Stuart Highway, jalan yang membentang dari Adelaide sampai Darwin. Perjalanan dari Adelaide membutuhkan waktu 8-10 jam.

Bus Greyhound dari Adelaide ke Darwin mampir di Coober Pedy sehari sekali. Terminal bus Greyhound berada di tengah-tengah kota.

Coober Pedy memiliki airport bagi yang memilih menggunakan pesawat Regional Express Airline dari dan ke Adelaide.

The Ghan, salah satu kereta terbaik di Australia memiliki stasiun di Mangui, 40km dari Coober Pedy. Artinya, transport dari stasiun kereta ke pusat kota harus direncanakan sebelumnya.

Akomodasi
Ini yang paling saya suka di Coober Pedy. Hampir semua penginapan menawarkan kamar bawah tanah. Ada banyak pilihan mulai dari campsite bawah tanah hingga hotel mewah bawah tanah.

Radeka Downunder adalah salah satu akomodasi tertua di Coober Pedy. Lokasinya tepat di pusat kota Coober Pedy yang kecil, menawarkan akomodasi buat backpacker dari harga $35.

Bedrock Accomodation, lokasinya persis di depan IGA (supermarket terbesar di Coober Pedy) menawarkan kabin-kabin bawah tanah dengan kapasitas 4 orang per kabin, $25 per malam. Ini mungkin akomodasi paling murah di Coober Pedy.


Bedrock Accomodation
Comfort Inn, bagi yang ingin merasakan kemewahan hotel bawah tanah. Lokasinya berada persis di sebelah tambang opal dan museum terbaik di Coober Pedy, Old Time Miners.

Penginapan di Coober Pedy ada banyak sekali, semuanya tersebar di seluruh kota. Jika datang ke Coober Pedy tanpa reservasi penginapan, jalan saja di sepanjang Hutchinson Road (jalan utama di Coober Pedy) dan akan ditemui banyak hotel dengan harga bervariasi.

Makan
John’s Pizza Restaurant adalah salah satu restoran terbaik dan terkenal di Coober Pedy. Tempat ini menyediakan pizza berbagai pilihan topping dengan harga mulai $13.

Underground Restaurants, lokasinya di Hutchinson Road, tepat diseberang John’s Pizza .

Tour 
Coober Pedy adalah kota kecil yang semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Walaupun begitu, banyak atraksi dan pemandangan diluar kota yang sayang jika dilewatkan.

Arid Areas Tour (www.aridareastour.com) yang dikelola oleh Wayne. Wayne ini orangnya baiiiiiikkkk banget dan sangat mengenal Coober Pedy dan sekitarnya karena sudah tinggal disana selama 40 tahun.

Mail Run Tour (www.mailruntour.com) berangkat ke kota-kota di pedalaman sekitar Coober Pedy setiap hari Senin dan Kamis. Jika ikut tour sehari dengan Mail Run, pengunjungnya akan berhenti di William Creek, Oodnadatta, dan beberapa peternakan di sekitar Odnadatta Track. Supirnya, Peter Rowe adalah pak pos yang merangkap sebagai tour guide. Tour ini pernah masuk BBC Channel loh!

Atraksi 
Old Times Mining adalah tambang opal pertama di Coober Pedy, mulai digali pada tahun 1916. Tambang ini sudah tidak beroperasi lagi, sekarang menjadi museum. Disini pengunjung bisa melihat proses penggalian opal di dalam tanah, lengkap dengan manekin sebagai alat peraga. Disini juga bisa ditemukan rumah bawah tanah modern seperti yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk Coober Pedy.

Old Time Mining

John McDouall Stuart Monumen, salah satu monumen unik berbentuk truk penambang opal sekaligus menjadi monumen selamat datang di Coober Pedy.


John McDouall Stuart Monument

Serbian Orthodox Church, salah satu dari 12 gereja bawah tanah di Coober Pedy. Gereja ini dilengkapi dengan kaca mozaik berwarna dan altar yang megah. Dengan langit-langit setinggi 4 meter di dalam tanah, gereja ini tidak mempunyai struktur penyangga satupun.

Serbian Orthodox Church

Catacomb Church letaknya diatas bukit. Bangunannya kecil, yang menarik adalah semua furnitur dalam gereja ini adalah barang daur ulang, termasuk salib di altarnya yang terbuat dari ranting pohon.

Catacomb Church

Harry’s Backpacker Nest, adalah museum bawah tanah yang tadinya adalah penginapan untuk para backpacker yang dibangun oleh Harry. Harry adalah tentara Jerman yang datang ke Coober Pedy setelah perang dunia II. Dia menggali batu, membuat gua sebagai tempat persinggahan para backpacker secara gratis. Sebagai kenang-kenangan, para backpacker yang menginap meninggalkan apa saja untuk dipamerkan di dalam ruang bawah tanah. Setelah Harry meninggal dunia di tahun 2001, bangunan ini akhirnya menjadi museum. Kalau Harry masih hidup, mungkin ini adalah hostel paling keren di Australia.

Harry's Backpacker Nest

The Breakaways letaknya diluar kota, bisa dicapai dengan menggunakan mobil atau dengan tour setempat. Di Breakaways, pengunjung bisa melihat landscape yang luar biasa indahnya, pegunungan masif dan berwarna-warni yang dianggap sakral oleh penduduk aboriginal.

The Breakaways

Boot Hill Cemeteri adalah satu-satunya pemakaman umum di Coober Pedy. Disini pengunjung bisa melihat makam Kristen dan Muslim berdampingan, menandakan bahwa semua orang akan berakhir di tempat yang sama, di dalam tanah tanpa mengenal perbedaan agama.

The Dog Fence adalah pagar kawat terpanjang di dunia, panjangnya lebih dari 5000km, membentang dari South Australia hingga ke New South Wales. Pagar kawat ini dibangun untuk menjaga Dingo (salah satu ras anjing khas peternakan di outback Australia) agar tak keluar dari area peternakan.


The Dog Fence
Belanja
Ke Coober Pedy belum lengkap tanpa membeli opal, batu cantik dengan kilauan berwarna warni. Ada 3 jenis opal yang dihasilkan disini. Yang paling mahal adalah jenis Solid, terdiri dari 100% opal. Yang kedua adalah Double, yang setengahnya adalah lapisan batu hitam. Yang paling murah adalah Triplet, yang terdiri dari lapisan kaca, kemudian lempengan tipis opal dan dasarnya berupa batu hitam. Harga yang ditawarkan bervariasi, dari $10 hingga $3000.

Salah Satu Toko Opal di Coober Pedy

Saya menghabiskan satu setengah hari di Coober Pedy, diajak berkeliling oleh Wayne dari Arid Areas Tour kemudian melanjutkan perjalanan ke Alice Springs. Saya mungkin salah satu anak WHV Indonesia yang sangat beruntung bisa melihat langsung kota yang unik ini, bahkan merasakan langsung hidup di bawah tanah walaupun hanya dua malam. Di kota kecil gersang nan panas inilah untuk pertama kali saya teringat Mamak di rumah dan membeli perhiasan buat menyenangkan hatinya kalau saya pulang nanti, walaupun yang kualitasnya paling rendah .

Jadi, siapapun yang berencana melakukan perjalanan dari Northern Territory ke South Australia atau sebaliknya melalui Stuart Highway, jangan lewatkan Coober Pedy, dan jangan lupa beli perhiasan opal.


2 comments :

  1. Kak, first thing first kak,
    itu sesek ga sih tidur di bawah tanah gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kok. Setiap bangunan udah punya ventilasi udara gitu. Canggih pokoknya.

      Delete