Friday, July 4, 2014

Persiapan Bekerja dan Berlibur di Australia


Setelah dapat Work and Holiday Visa Australia, rasanya saya nggak sabar buat langsung ke Negeri Kanguru. Mungkin karena kelamaan nganggur setelah resign dari kerjaan dan duit tabungan terkuras habis buat Southeast  Asia trip selama 5 bulan, otak ini rasanya buntu banget dan bawaannya pengen langsung berburu dollar. Tanpa pikir panjang saya langsung beli tiket Makassar – Denpasar – Perth dan cusssss langsung berangkat.

Sampai di Perth, ternyata banyak sekali persiapan yang saya lewatkan. Akibatnya, saya susah nyari kerjaan karena banyak syarat yang nggak terpenuhi. Apa boleh buat, saya udah terlanjur nyampe sini, nggak bisa balik lagi. Saya nggak mau kebodohan saya terulang sama calon WHV-ers yang lain.

Jadi apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat?

Visa Work and Holiday
Ini yang paling penting dan paling utama dari semuanya. Tanpa dokumen sakti ini, kamu nggak boleh kerja di negara manapun di muka bumi ini.  Langkah-langkah memperoleh visa ini sudah saya bahas disini.

SIM Internasional
Kalau udah jago bawa mobil, buatlah SIM Internasional. Ini penyesalan terbesar saya, karena nggak punya dan nggak pernah berniat untuk buat SIM internasional. Sementara di Perth, pekerjaan tukang bersih-bersih pun harus punya SIM. Sebenarnya bisa sih, nyampe sini pake sim A biasa terus diverifikasi sama Konsulat Jendral Republik Indonesia. Biayanya $25, dan nanti dapat selembar surat yang isinya menyatakan kalau SIM yang kamu punya adalah asli.

Bahasa Inggris yang Lancar
Mau TOEFL kamu nyampe 600 kalau nggak biasa dengar bule ngomong langsung, rasanya pasti kagok begitu dengar aksen orang Australia. Perbanyak ngobrol sama bule sebelum berangkat (yang native speaker lho yaa..). Kalau nggak ketemu, perbanyak nonton Film Hollywood tanpa subtitle (jangan bollywood ya). Ini sedikit membantu. Atau, kursus bahasa Inggris yang pengajarnya native English speaker. Nggak perlu selancar mereka yang memang Englishnya memang bahasa ibunya, tapi setidaknya bisa berkomunikasi dengan baik. Ingat, orang-orang disini nggak punya waktu untuk berusaha mengajari orang bahasa mereka.

Tingkatkan Keterampilan
Keterampilan apa? Ya apa aja. Karena kamu nggak bakalan tau bakalan kerja apa disini. Kecuali kalau dari Indonesia sudah keterima kerja di tempat tertentu di Australia. Kursus masak, barista, waitress/waiter itu sangat pening karena banyak dicari. Kalau punya sertifikat keahlian tertentu (tukang cat, ngelas, operator alat berat, pertukangan, dll), jangan lupa terjemahin dalam Bahasa Inggris karena ini penting banget. Kalau nggak punya keahlian apa-apa, paling nggak, tau cara bersihin toilet atau bersih-bersih rumah. Ta nggak, gaji cleaner disini sangat menggiurkan, rata-rata $20 per jam. Saya cukup beruntung karena dari kecil Mama saya sudah mengajarkan beres-beres rumah dan dibiasakan hidup rapi. Jadi sampai disini, saya gampang dapat job sebagai cleaner dan rata-rata mereka puas dengan hasil kerja saya. Bahkan ada yang bilang saya punya OCD (Obbesive Compulsice Disorder) terhadap kebersihan. Mungkin iya. 

Asuransi Kesehatan
Kalau nggak sempat buat di Indonesia, di Australia juga bisa. Yang recommended adalah Bupa dan Medicare.

Duit Secukupnya
Jangan anggap sepele soal duit, karena biaya hidup di Australia sangat tinggi. Bawa duit berapa? Tergantung gaya hidup kamu. Sebagai gambaran, saya ke Aussie bawa $2000. Yang kepake selama 1 bulan sekitar $700, sisanya disimpan di bank. Untungnya saya dapat kerja sebelum melarat , jadi biaya hidup bisa ketutup. 1 bulan $700? Mahal bener. Nggak! Ini udah terhitung sangat murah, karena saya nggak belanja, dan 2 minggu tinggal gratis di hostel sebagai Cleaner. Jangan bawa duit terlalu banyak, karena nanti jadinya boros dan motivasi buat kerja jadi sedikit.

Kota Tujuan
Australia itu luas banget. Daratannya 2x lipatnya Indonesia (mungkin lebih). Start dari mana? Darwin, Perth, Melbourne, Sydney, Adelaide, atau Canberra?
Sebenarnya ini sesuai selera sih. Kalau mau penerbangan murah ya start dari Darwin/Perth. Kalau mau kerja farm, start dari Adelaide, Brisbane atau Melbourne karena farm kebanyakan di sekitar tiga kota ini. Kalau mau yang mainstream, Sydney adalah pilihan tepat. Banyak banget orang Indonesia di kota ini, nggak tau kenapa. Kalau mau cari kerja gampang? Oh ini hanya Tuhan yang tau.

Tiket Pesawat
Penerbangan murah biasanya Scoot atau Airasia. Kembali lagi ke budget dan selera. Biasanya Air Asia ada promo gila-gilaan sampai 0 Rupiah penerbangan dari Denpasar ke Perth atau Darwin. Ya nggak sampai 0 Rupiah juga sih, tapi bisa ngirit banget.

Dokumen
Jangan lupa sebelum berangkat, semua dokumen (paspor, visa, ijazah, sertifikat) di scan. Kalau bisa sekalian foto copy-annya. Jangan bawa dokumen asli kecuali paspor, karena kalau hilang susah urusnya.

Akomodasi
Sampai di Australia mau tinggal dimana? Kalau ada keluarga atau teman buat menumpang sih syukur Alhamdulilah. Tapi buat yang nggak punya siapa-siapa, jangan khawatir. Di setiap kota besar bertebaran hostel/share house/share room. Hostel biasanya jadi akomodasi favorit para WHVers saat pertama kali nyampe Aussie karena letaknya strategis dan banyak teman buat tukeran info lowongan kerja. Tarifnya $140  per week yang paling murah di Perth. Kalau mau ngirit, jangan malu buat keluar-masuk dari satu hostel ke hostel yang lain buat nanyain Work Live In (kerja di hostel untuk free akomodasi + breakfast). Info akomodasi ini bisa dicari di www.gumtree.au

Kalau semua syarat diatas sudah terpenuhi, saatnya berangkat! Tapi persiapan tidak berhenti sampai disitu. Masih ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan begitu sampai di Australia:

Nomor Ponsel Lokal
Nomor telepon lokal ini penting banget untuk cari kerja, buka rekening bank dan buat TFN (Tax File Number). Pake operator apa? Ada banyak pilihan. Yang paling populer adalah Vodafone, Optus dan Telstra. Saya sendiri pake Vodafone, sebulan $30 udah bisa telepon, sms-an sana sini sampai puas dan 500 MB data. Data ini nggak kepake banyak karena dimana-mana sudah ada free wifi. Tapi begitu kerja di pedalaman, Vodafone nggak dapat sinyal dan terpaksa ganti ke Telstra. Kalau mau kerja atau blusukan sampai di pedalaman, Telstra adalah satu-satunya pilihan.

Rekening Bank
Bank Favorit anak Indonesia di Aussie sejauh ini adalah Commonwealth dan ANZ, mentang-mentang ada cabangnya di Indonesia. Tapi jangan salah, bank antar negara ini nggak saling online, jadi nggak ngaruh kalau kamu buka akun di Indonesia. Saya juga pake Commonwealth, dan sejauh ini pelayanannya sangat memuaskan. Cara buat rekening juga gampang banget, cukup datang ke bank bawa paspor. 15 menit kemudian rekening jadi, dan kartu ATM akan dikirim ke alamat kita dalam beberapa hari. Gampang dan cepat. Tapi tiap bulan ada potongan $4 untuk administrasi. Kalau mau yang nggak pake potongan, ada bank NAB dan Westbank. Westbank ini cabangnya sampai ke pedalaman. Tapi jangan takut kalau kerja di pedalaman dan hanya punya rekening NAB atau Commonwealth. Kedua bank ini bisa menerima setoran tunai melalui Post Australia (kantor pos Australia).

TFN (Tax File Number)
TFN ini semacam NPWP kalau di Indonesia. Karena saya niatnya cari kerja yang halal dan legal di Australia, jadinya TFN ini penting buat bayar pajak. Pajak di Aussie ini termasuk tinggi,antara 27% - 45%. Tapi tenang aja, setiap tanggal 1 Juli , pajak yang sudah kita bayar bisa diambil kembali (tax return). Lalu bagaimana kalau nggak punya TFN? Tetap dipotong pajak? Iya, yang lebih ngenes lagi, gaji kamu bisa dipotong hampir 50% kalau nggak punya TFN. Mau?

CV atau Resume
Resume disini nggak perlu panjang lebar dan dilampiri ijazah macam-macam sama foto. Cukup 1 lembar, padat dan jelas informasinya. Untuk cari kerja tentu saja butuh banyak CV. Nggak usah khawatir, di setiap kota besar pasti ada Officework, toko khusus alat tulis menulis yang juga buka jasa print/fotocopy. Print 1 lembar hanya 10 cent.

RSA (Responsible Service Alcohol)
Bagi yang mau kerja di cafe/bar, sertifikat RSA ini jadi syarat utama. Peraturan di Australia ketat banget: Don’t serve alcohol to minor!!!

Cari Kerja
Ada banyak banget lowongan kerja di seantero Aussie bertebaran di internet setiap detik. Website andalan saya adalah Gumtree. Dari sini saya dapat pekerjaan pertama, kedua, dan ketiga saya,hehe.. Ada juga Indeed.com atau Seek.com untuk website alternatif.  Tapi jangan bergantung sama informasi online. Usahakan jemput bola, sebar CV di restoran, toko, cafe...
 
Tips Packing:
Banyak WHVers yang datang ke Australia dengan membawa macam-macam kebutuhan sandang, pangan, papan. Saran saya sih, kalau dana kamu nggak ketat-ketat banget nggak usah bawa macem-macem dari rumah. Australia luas banget dan selalu ada kemungkinan kamu hidup pindah-pindah. Kalau barang bawan banyak kan repot. Tarif hidup disini emang mahal, tapi selalu ada celah kalau kita pinter. Soal baju dan kebutuhan sehari-hari ada juga kok yang murah.

Mungkin banyak yang terlewat oleh saya sehingga daftar diatas masih jauh dari sempurna. Tapi kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga bermanfaat bagi anak-anak muda seperti saya sebagai calon WHVers. Sekian dan terima sumbangan kasih.
 

No comments :

Post a Comment