Sunday, March 9, 2014

Proses Panjang Mendapatkan Work And Holiday Visa (WHV)





Beberapa bulan belakangan ini saya excited banget gara-gara pengen ke Australia. Berawal dari kejenuhan bekerja di kantor (yah, siapa sih yang nggak?), dan keracunan blog @nidnod, akhirnya saya memutuskan berjuang mendapatkan Work and Holiday Visa (WHV). Setelah lama menanti dan berjuang, akhirnya saya sampai di Perth, Western Australia dengan berbekal WHV.

Work and Holiday Visa (WHV) Australia adalah jenis visa yang memungkinkan seseorang bekerja dan berlibur selama 1 tahun di Australia. Program ini adalah hasil kerja sama pemerintah Indonesia dan Australia sejak tahun 2009. Prosedur dan persyaratannya bisa dilihat di Website Imigrasi Indonesia dan Imigrasi Australia. Berdasarkan informasi dari kedua website tersebut, akhirnya saya melakukan langkah-langkah berikut:

Test TOEFL Internet Based di Jakarta 

Dengan berbekal Bahasa Inggris yang pas-pasan, akhirnya saya memberanikan diri untuk tes TOEFL demi mendapatkan VHV ini. Proses tes TOEFL saya udah cerita disini

Surat Keterangan/Jaminan Bank atas Kepemilikan Dana AUD$5000

Ini nih yang paling susah. Bisa dibilang saya hanya karyawan kantoran biasa yang gajinya pas-pasan. Lalu bagaimana menyiasatinya? Nabung dong! Tapi kalau mau instant ya pinjem duit dulu sama keluarga, teman, atau tetangga. Kalau WHV-nya keluar baru dibalikin.

Mendaftar di Website Imigrasi Indonesia untuk Permohonan Surat Rekomendasi 

Surat rekomendasi dari Imigrasi Indonesia ini adalah dokumen penting yang harus disertakan dalam permohonan WHV. Setelah mendaftar di website ImigrasiIndonesia, pendaftar harus menunggu beberapa hari dan rajin-rajin mengecek jadwal wawancara.

Wawancara dengan Petugas Imigrasi Indonesia 

Setelaah jadwalnya keluar, pendaftar harus datang sesuai dengan jadwal untuk wawancara dengan membawa semua berkas yang diperlukan. Wawancaranya sendri berlangsung 10-15 menit untuk setiap orang, tergantung dari pewawancara. Pada umumnya pertanyaannya adalah seputar alasan apply WHV, tujuan ke Australia apa, dan rencana kerja apa disana. Gampang. Kadang pewawancaranya menggunakan Bahasa Inggris untuk mengetes sejauh mana kemampuanmu. Be ready!

Menyerahkan Berkas Permohonan Visa di Australia Visa Aplication Centre (AVAC)

Kantor AVAC ini hanya ada di Jakarta dan Denpasar. Kalau berada diluar ketiga kota tersebut, permohonan bisa diajukan dengan menggunakan Pos. Tapi karena pada dasarnya saya nggak sabaran, akhirnya bolak balik lagi ke Jakarta. Dokumen yang harus dibawa dan biaya pembuatan visa bisa dilihat disini.

Medical Check Up 

Setelah menyerahkan seluruh berkas permohonan visa, pendaftar harus menunggu beberapa lama lagi untuk menerima HAP ID. HAP ID adalah nomor yang digunakan untuk pengantar Medical Check Up, disertai Form 160 dari Imigrasi Australia. Medical check up hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk.

Visa Approved!

Saat yang paling menegangkan adalah menunggu kabar dari kedutaan Australia apakah visa saya disetujui atau ditolak. Lamanya proses ini berbeda-beda tiap orang. Ada yang hanya 3 hari, ada yang sampai berbulan-bulan. Tepat tanggal 13 Agustus 2013, saya mendapatkan email yang menyatakan visa saya disetujui. Saya ingat banget, waktu itu langsung loncat-loncat di Hongkong International Airport sesaat sebelum penerbangan ke Singapura. Norak banget ya? Iya.


Perjuangan saya mendapatkan visa ini boleh dibilang cukup panjang dan rumit. Jadi inilah saya, perempuan muda yang siap bertualang selama setahun di Negeri Kanguru.

2 comments :

  1. lin kemane aje lu???
    miss u full, gmana jadi berangkat ga lu??
    doain ya q mei besok juga terbang ketempat onta berada halah,... semoga gue juga kagak balik sama kayak km lind wkwwkwkwkkw,...

    ReplyDelete