Friday, October 25, 2013

Hongkong Day 7 - Trip to Shenzen

Window of The World, Shenzen

12 Agustus 2013

Setelah Day Trip ke Macau, Hongkong juga rasanya belum lengkap tanpa mengunjungi Shenzen. Shenzen adalah negara administrasi khusus RRC, seperti halnya Hongkong, Macau, dan Taiwan. Warga negara Indonesia membutuhkan visa untuk ke Shenzen, dan bisa menggunaan layanan Visa on Arrival (VoA).

Walaupun berada di China daratan, Shenzen mudah dicapai dari Hongkong dengan MTR. Dari Stasiun East Tsim Sha Tsui menuju ke Lowu membutuhkan waktu 1 jam. Sampai di Stasiun Lo Wu, saya segera menuju ke loket VoA di lantai 2 dan membayar 165 RMB dan menyerahkan paspor untuk ditempeli visa Shenzen. Setelah 15 menit, saya kembali dipanggil dan visa Shensen untuk kunjungan selama 5 hari udah nemplok manis di paspor.

Visa Shenzen
Setelah urusan dengan imigrasi selesai, saya keluar dari stasiun MTR, dan Welcome to Shenzen! Di luar stasiun sudah banyak calo yang menawarkan taxi dan hotel, tetapi saya terus berjalan mengabaikan mereka semua, lagaknya udah tau mau nginap dimana, padahal bener-bener blank. Dari halaman stasiun, kelihatan jelas hotel Shangri-La dan saya memantapkan langkah kesana. Bukan mau ke Shangrila-nya, tapi ke belakang hotelnya, karena menurut pengalaman saya, dimana ada hotel elit, gang di belakangnya selalu dipenuhi dengan hotel murah.

Stasiun Louhu, Gerbang Menuju Shenzen
Dan beneran, di belakang Shangri-La ada sebuah gedung dan banyak calo yang nawarin hotel murah. Setelah perdebatan sengit, akhirnya saya dapat kamar dengan double bed, KM, AC, dan TV di Pu Du Hotel seharga 120 RMB. Setelah check in, tidur-tiduran, beberapa menit kemudian pintu saya diketok dan sudah ada 2 orang berseragam polisi yang nanyain identitas saya. Mereka hanya mengecek paspor dan visa saya yang nggak ada masalah. Aman Pak! Saya bukan TKI yang kabur dari majikan. Saya hanya turis biasa!

Gedung Lokasi Pu Du Hotel
Setelah makan siang di salah satu warung dekat hotel, rencana selanjutnya adalah mengunjungi Window Of The World (WoW), atraksi utama di Shenzen. Dari stasiun Metro Shenzen saya turun di Stasiun WoW, dan mengikuti petunjuk ke WoW. Akhirnya sampailah saya di taman yang berisi replika landmark-landmark di dunia. Saya nggak masuk karena harga tiketnya yang mahal. Cukup berfoto di depan Menara Eiffel palsu, dengan harapan suatu saat saya beneran ke Eiffel yang asli di Paris.

Window of The World
Dari WoW, saya jalan kaki mengikuti petunjuk ke Happy Valley. Lokasinya nggak jauh dari WoW, tetapi petunjuk jalannya kadang-kadang memusingkan. Happy Valley, adalah salah satu amusement park di Shenzen. Di dalamnya ada berbagai macam wahana, seperti layaknya TMII.

Happy Valley, Shenzen
Karena ingin melihat Happy Valley tanpa masuk ke wahananya, saya memilih naik Happy Valley Link, yaitu kereta listrik yang mengitari Happy Valley, juga melewati Splendid of China, yaitu taman berisi replika tempat-tempat bersejarah di seluruh China. Kereta ini jalannya cukup lambat, dan membuat saya ketiduran karena capek dan angin sepoi-sepoi.

Happy Valley Link
Dari Stasiun WoW, saya kembali naik Shenzen Metro dan berhenti di Stasiun Dongmen. Keluar dari stasiun, puluhan lapak pedagang sudah kelihatan dimana-mana. Dongmen adalah salah satu pusat perbelanjaan yang paling ramai dan paling terkenal di Shenzen karena barang-barangnya sangat murah. Seperti biasa, saya selalu ngiler dengan food street dan mengawali perjalanan cuci mata dengan 3 sate octopus yang gede-gede.

Sate Octopus. Siapa yang nggak ngiler coba liat beginian?
Sekarang saya mengerti kenapa orang-orang Indonesia demen banget ke Shenzen. Apalagi kalau bukan buat belanja. Barang-barang disini, terutama produk fashion sangat murah. Saking gedenya area ini, saya sempat nyasar dan nggak tau jalan pulang menuju stasiun metro. Setelah konsentrasi penuh dan nanya sana-sini, akhirnya saya bisa menemukan stasiun metro dan kembali menuju ke Pu Du Hotel.

Dongmen Street, Shenzen. Tempat belanja sampai mampus.
Di hotel, saya benar-benar memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan nyuci baju. Inilah kegiatan yang agak sulit dilakukan jika tinggal di dormitory. Setengah jam kemudian, kamar mandi sudah penuh dengan jemuran yang akan kering dengan sendirinya besok siang. Nggak lupa menghitung pengeluaran hari ini dan langsung keselek liat angkanya. Ini adalah daily budget terbesar saya selama liburan. Ah sedihnya...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BUDGET:
Breakfast  14 HKD
VOA Shenzen  165 RMB
Hotel  120 RMB
Makan siang  5 RMB
Metro Louhu - WOW  5 RMB
Happy Valley Link 40 RMB
Metro WOW - Dongmen Street  5 RMB
Jajan di DOngmen  26.5 RMB
Belanja  125 RMB
Metro Dongmen - Louhu  2 RMB
TOTAL : 14 HKD + 498.5 RMB = Rp 865.900,00
(1 RMB = Rp 1650)

No comments :

Post a Comment