Saturday, October 19, 2013

Hongkong Day 5 : Day Trip to Macau

11 Agustus 2013

Macau's Skyline
Ke Hongkong resanya belum lengkap tanpa ngerasain gambling di Macau. Karena perjalanan hanya 1 jam dari Hongkong, banyak orang yang menjadikan Macau sebagai tujuan wisata di Hongkong. Termasuk saya. Yah, walaupun sering ngaku turis anti mainstream, saya penasaran juga sama kota atau negara yang gemerlap ini.

Macau adalah negara administrasi khusus RRC, dan bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Karena merupakan bekas jajahan Portugis, hampir semua nama jalan dan petunjuk lokasi di Macau menggunakan Bahasa Portugis. Tapi jangan harap ketemu orang Macau yang jago ngomong Portu.

Ferry dari Hongkong ke Macau berangkat dari China Ferry Terminal, di Canton Road, dekat dengan Nathan Road di Tsim Tsa Sui. Bingung? Pokoknya tanya orang aja, dimana China Ferry Terminal, orang-orang pasti tau. Jangan ke Star Ferry Terminal, karena disana hanya melayani rute Hongkong.

Macau Ferry Terminal. Tolong ya, fokus ke pintu masuk, bukan ke lakiknya!
Nama operator ferry Hongkong – Macau yang terpercaya (atau yang paling terkenal) adalah Turbojet, tiket resminya 359 HKD, tapi dengan bodohnya saya beli di calo seharga 380 HKD, karena mereka teriak-teriak kenceng banget kalau ferry-nya udah mau berangkat. Teman-teman jangan melakukan hal bodoh seperti saya yaaa...

Turbojet ini jalannya emang kenceng banget. Hanya butuh 1 jam untuk sampai di Macau. Dari Hongkong Ferry Terminal udah ada banyak shuttle bus ke kasino dan hotel-hotel yang semuanya GRATIS! Saya pilih Grand Lisboa, karena kasino ini dekat dengan obyek wisata Ruin of St.Paul.

Grand Lisboa
Sampai di Grand Lisboa, saya dan penumpang shuttle bus lainnya turun di lantai Basement, dan begitu masuk ke dalam gedungnya, langsung tampak ratusan orang di meja judi dengan mesin-mesinnya yang saya nggak ngerti apa aja namanya. Di dalam kasino nggak boleh ngambil foto, tapi saya berhasil diam-diam ngambil satu gambar lhoooo...walaupun agak kabur karena buru-buru.

Amsyong dah, kalah lagi.hehehe
Dari Grand Lisboa, saya berjalan menuju Ruins of St.Paul dan melewati Senado Square. Jalan ini dipenuhi oleh berbagai toko pakaian, souvenir, dan bakery! Karena belum sarapan, saya kelaparan benget waktu itu. Iseng-iseng masuk ke salah satu toko bakery, dan ternyata mereka menyediakan tester bagi calon pembeli. Testernya nggak pelit, alias banyak. Toko bakery bukan hanya satu, tapi banyak, hampir ada setiap meter, bahkan saling hadap-hadapan. Jangan lupa nyobain Portuegese Egg Tart yang tersohor itu. Beli, lho ya! Nggak ada tester-nya.

Portuguese Egg Tart
Senado Square dan sepanjang jalan menuju ke Ruins of St.Paul dipenuhi dengan bangunan beraksitektur klasik. Berada disini serasa di Eropa, tapi dengan orang-orang berbahasa cina.

Senado Square
Setelah melewati jalan yang penuh dengan toko-toko, akhirnya saya sampai di reruntuhan katedral St. Paul. Katedral ini dibangun pada tahun 1582-1602 dan merupakan yang terbesar di Asia pada masa itu. Sayang banget, yahun 1835, katedral megah ini hancur karena kebakaran dan typhoon. Untungnya di tahun 1990-1995 ada anak-anak muda yang peduli sejarah dari Instituto Cultural de Macao yang menggali, mempelajari, dan mengamankan reruntuhan St.Paul Cathedral.

St. Paul Cathedral by Wilhelm Heine, 1854
Tahun 2005, reruntuhan St.Paul Cathedral yang tinggal dinding depannya ini masuk dalam salah satu list UNESCO Heritage Sites dan dikenal dengan Ruins of St.Paul. 


The Ruins of St.Paul
Setelah dari Ruins of St.Paul, saya kembali ke Grand Lisboa, jalan kaki, ngelewatin Nam Pan Guest House. Ini adalah penginapan yang paling popular di kalangan budget traveler. Posisinya persis 1 blok di belakang Grand Lisboa. Dari depan Grand Lisboa, saya naik bus 94 menuju ke Macau Tower. Tujuan utamanya adalah Bungee Jumping dari Macau Tower, yang tercatat di Guiness Record sebagai bungee jumping tertinggi di dunia (233m).

Macau Tower
Tapi setelah sampai dan ngeliat sendiri betapa ngerinya loncat dari gedung setinggi Macau Tower, nyali saya ciut dan hanya beli tiket seharga 135 HKD dan ngeliatin orang-orang loncat dari lantai 61. Sebenernya kegiatan bungee jumping ini sangat aman, karena ditangani langsung oleh AJ Hacket, organisasi profesional yang menangani olahraga ekstrim di berbagai belahan dunia dengan tingkat kecelakaan 0%. Nggak ada yang perlu ditakutkan, selain harganya yang mencapai 460USD sekali loncat. Ngeluarin duit segitu sayang banget buat pengangguran seperti saya. Kalau masih kerja sih nggak apa-apa. Banting tulang sebulan juga balik lagi.


Bukan Bungee Jumping
Dari Macau Tower saya kembali naik bus 94 ke Grand Lisboa. Dari Grand Lisboa kembali ke Ferry Terminal, dan nyari bus gratis ke The Venetian. Bus gede warna biru ini gampang banget dikenalin karena paling banyak ngetem di ferry terminal. Perjalanan sekitar setengah jam, dan sampai di The Venetian yang gede banget. Di dalamnya ada shopping centre yang dirancang semirip mungkin dengan Venezia, lengkap dengan kanal dan perahu. Di atas perahu bahkan dilengkapi dengan penyanyi seperti di film-film. 


The Venetian, Macau
Lagi-lagi di Venetian saya masuk ke toko bakery dan nyobain kue tester satu-persatu. Laper, bok! Makanan di sini mahal-mahal. Setelah puas berkeliling The Venetian yang seperti nggak ada habisnya, saya kembali naik bus gratis ke ferry terminal. Antriannya panjang banget, sampai ratusan meter. Dua jam kemudian saya sudah kembali ke Hongkong dengan Turbojet. Akhirnya, di Hongkong, saya bisa menemukan makanan murah untuk makan malam dan tidur.

NOTE:
Mata uang Macau adalah PATACA, tetapi Hongkong Dollar tetap diterima dimana saja dengan rate 1 HKD = 1 PATACA

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BUDGET:

Turbojet Hkg-Macau-Hkg : 380 HKD
Minum + snack :20 HKD
Bus 94 @3.4 KHD = 6.8 HKD
Macau Tower : 135 HKD
Makan+minum di Macau : 32 HKD
Makan malam : 12 HKD
Hotel : 80 HKD
TOTAL: 473 HKD = Rp 638.550,00
 


6 comments :

  1. Apa kabar Linda? Perjalanannya keren keren tuh, bikin ngiler utk jadi traveler, he he heu

    ReplyDelete
  2. Sekali-sekali ibu dong yang diphoto jangan orang laen,,, hahha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...habis objeknya bagus, sayang kalo dilewatin. Nggak sengaja lho itu 2 lakik kefoto..

      Delete
  3. Pake kamera apa Mbak? fotonya bagus2 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you..
      Pake Nikon D5100 sama ada yg pake Samsung Galaxy.

      Delete