Friday, October 11, 2013

Hongkong Day 4 - Pantai dan Belanja

 

10 Agustus 2013

Bangun kepagian, sempat belanja ke 7-11 yang ada tepat di bawah gedung, dan banyak anak-anak muda yang kayaknya lagi mabok. Ngomongnya kenceng-kenceng satu sama lain, dan baunya naujubilah!

Saat lagi merenung mikirin mau kemana hari ini, nggak sengaja saya ngeliat majalah pariwisata Hongkong tergeletak di bawah tempat tidur. DI dalam majalah itu ada review lengkap tentang pantai-pantai terbaik di Hongkong, dan saya memutuskan akan mengunjungi mereka satu-persatu. Thanks buat siapapun pemilik majalah itu.

Pantai pertama adalah Repulse Beach. Untuk sampai kesana bisa naik bus 6X dari Exchange Building, Hongkong. Exchange Building ini adalah gedung yang dibawahnya ada semacam terminal bus modern. Setelah nanya sana-sini, akhirnya saya naik bus dan setelah sekitar 30 menit perjalanan, saya ngeliat pantai yang lumayan rame. Saya dan beberapa orang segera turun, dan ternyata itu bukan Repulse Beach. Namanya Deep Water Beach .

Deep Water Beach
Berdasarkan namanya, sepertinya pantai ini agak berbahaya untuk berenang, sehingga dipasangi pita kuning di sepanjang pantainya. Jadinya orang-orang hanya boleh berenang di dalam batas garis kuning itu, yang areanya kecil banget. Nggak asik ah. Pasirnya kuning, gede-gede, dan bikin kaki sakit kalau jalan nggak pakai sendal.

Deep Water Beach

Setelah menyadari kesalahan, saya kembali naik bus 6X dan turun di Repulse Bay yang sebenarnya. Pantainya jeuh lebih bagus dari Deep Water Beach, dan tentunya jauh lebih ramai.

Repulse Bay Beach
Sedikit cerita tentang pantai ini. Tahun 1841, lokasi ini digunakan sebagai markas oleh para pencoleng dan perompak. Para perompak ini kemudian dipukul mundur oleh armada Inggris. Dari kejadian inilah nama Repulse Bay berasal (Repulse = memukul mundur). Tahun 1920, Repulse Bay Hotel dibangun untuk mengakomodasi pengunjung yang datang ke pantai ini. Hotel ini direnovasi dan dikembangkan sehingga menjadi salah satu bangunan paling unik di Hongkong dengan lubang di tengahnya.

The Repulse Bay Hotel
Repulse Bay Beach mungkin pantai dengan fasilitas paling lengkap yang pernah saya datangi. Toilet dan showernya banyak, bersih, dan gede-gede. Kehausan? Ada tap water, bisa minum sepuasnya dari keran. Yah, sekalian isi botol minum paling gede karena air minum di Hongkong lumayan mahal. Lapar? Ada foodcourt, restaurant, bahkan Pizza Hut. Ada juga 7-11. Bagi anak-anak yang bosen main di pantai, bisa bermain di playground-nya. Dan pantainya, bersiiiihhhhhhh banget.

Repulse Bay Beach

Area Repulse Bay adalah salah satu area residensial paling mahal di Hongkong. Apartemen mewah, hotel, dan villa-villa mewah bertebaran disini. Bukan hanya pemukinan mewah, tempat ibadah juga ada, yaitu  Kwun Yam Temple dengan patung Kwun Yum dan Tin Hau gede yang menghadap ke Repulse Bay.

Tin Hau & Kun Yum Statue (nggak tau yang mana Tin Hau, mana Kun Yum)
Dari Repulse Bay, saya kembali naik bus 6X ke Stanley Market. Stanley Market adalah tempat belanja yang harus dikunjungi di Hongkong. Semua jenis suvenir khas Hongkong ada disini, dan tawar-menawar bukan hal yang sulit karena penjualnya rata-rata bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Stanley Market
Dari Stanley Market saya jalan kaki melewati jalan dengan banyak restoran yang menjual berbagai jenis makanan. Sepertinya makan disini agak menguras kantong dan berpotensi mengakibatkan Konspirasi Kemakmuran bagi turis kere.

 Jalan dari Stanley Market ke Stanley Plaza
Kalau bosen main di pasar tradisonal macam Stanley Market, cukup jalan kaki 5 menit dari ke Stanley Plaza yang lebih modern dan high-class. Jangan lupa ke lantai 4 untuk menikmati pemandangan Stanley Beach yang luar biasa.

View dari Lantai 4 Stanley Plaza
Menjelang sore, saya naik minibus nomor 40 ke Causaway Bay dan berhenti di Jardine’s Bazaar. Yahh, tempat belanja lagi. Rata-rata yang dijual disini adalah pakaian dan alat-alat elektronik seperti charger, adaptor, dan power bank yang harganya emang murah meriah. Tapi nggak tau kualitasnya seperti apa, ya.

Jardine's Bazaar
Setelah makan siang di salah satu food stall di Jardine’s Bazaar dan mendengar beberapa orang ngomong pake Bahasa Indonesia, saya kembali naik bus ke pantai lainnya, Shek O Beach. Hampir 1 jam diatas bus, akhirnya saya sampai di pantai paling ramai yang ada di Hongkong. Saking rame-nya, berada disini serasa nggak di pantai, tapi di pasar. Nggak sampai 10 menit, saya memutuskan naik bus kemudian MTR ke Tsim Sha Shui.

Shek O Beach
Kembali menyusuri Avenue of The Stars seperti kemarin, Museum of Arts, dan menunggu Symphony of Light yang dimulai jam 8 malam. Tipikal kegiatan turis pada umumnya,hehe...

Menunggu Symphony of Light
Symphony of Light akhirnya selesai. Saya dan ratusan, mungkin ribuan turis berbondong-bondong meninggalkan area Promenade menuju stasiun MTR. Tujuan selanjutnya adalah Ladies Market. Pasar yang hanya buka dari sore hingga malam hari ini tidak hanya menjual barang keperluan wanita. Karena niat saya emang bukan untuk belanja, saya malah tertarik dengan musisi dan artis-artis jalanan dengan atraksi yang seru-seru. Bahkan beberapa dari mereka adalah perempuan yang sudah tua-tua, namun masih enerjik layaknya anak muda. Keren!

Penari Jalanan di Sekitar Ladies Market
Puas cuci mata di Ladies Market, saya kembali ke hotel dengan naik MTR. Hari yang melelahkan, melihat pantai-pantai dan tempat belanja di Hongkong.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BUDGET:


Hostel : 80 HKD
Belanja minum + keperluan sehari-hari: 95 HKD
Makan + jajan : 81 HKD
Topup Octopus Card : 100 HKD
TOTAL 356 HKD = Rp 480.000,00
 

2 comments :

  1. Lin update kok lama banget ga sabaar neh pengen baca versi lengkapnya ahahahahahah,...

    Salam konspirasi hati,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah...sabar..sabar...pasti di-update :)

      Delete