Tuesday, September 3, 2013

9 Jam di Manila

Kantor Gubernur di Intramuros

7 Agustus 2013

Perjalanan Pagudpud – Manila membutuhkan waktu 12 jam. Saya sampai di pool bus Victory Liner di Sampaloc jam 06.00 pagi. Hari masih gelap, tapi suasana di pool salah satu armada bus terbesar di Manila ini sudah begitu ramai. Sama seperti saya, kebanyakan orang ini baru sampai di Manila dan menunggu terang untuk mencari kendaraan umum ke tujuan masing-masing. 

Saat itu saya bener-bener nggak ada ide bagaimana menghabiskan 9 jam di Manila sebelum terbang ke Hongkong. Apa mau tidur aja di terminal ini sampai sore? Ataukah jalan-jalan dengan backpack super besar dan berat ini? 16 kg, saudarah-saudarah!

Ditengah kegalauan, ada laki-laki yang duduk disebelah saya nanyain jam. Saya jawab dan tanya balik bagaimana caranya ke Intramuros, salah satu obyek wisata di Manila. Bak gayung bersambut, laki-laki ini bukan hanya nunjukin caranya kesana, tapi berbaik hati mau nganterin. Wow!

Saat sudah terang, sekitar jam 8 pagi, kami mulai jalan nyari Jeepney tujuan ke Intramuros. Sumpah, jeepney ini adalah satu-satunya alat transportasi yang sampai sekarang saya nggak ngerti mekanisme rutenya. Mungkin karena semua jeepney warnanya norak jadi perhatian saya teralihkan, dengan tulisan rute yang banyak dan kecil-kecil di bodynya.

Selain nganterin sampai Intramuros, teman baru saya ini juga berbaik hari membelikan sarapan, dan bayarin tiket masuk Fort Santiago.

Fort Santiago yang Sedang Renovasi
Intramuros adalah distrik tertua dan pusat sejarah di Manila. Dulunya kawasan ini adalah kawasan pemerintahan Spanyol. Berasal dari bahasa Latin ‘di dalam tembok’, kawasan Intramuros memang dikelilingi oleh tembok tinggi. Kawasan yang berada di luar tembok dahulu disebut Ekstramuros.

Manila Cathedral
Di dalam kawasan Intramuros terdapat Manila Cathedral, benteng Fort Santiago, dan bangunan pemerintahan yang dibangun pada abad 16 dan masih berdiri kokoh sampai sekarang. Ada taman kecil dengan patung-patung dan kereta kuda untuk berkeliling taman.
Narsis di Kereta Intramuros
Tak jauh dari kawasan Intramuros ada sebuah taman yang sangat terkenal yaitu Rizal Park atau Luneta Park. Taman ini memiliki sejarah penting perjuangan Filipino melawan penjajahan Spanyol. Untuk mengelilingi seluruh taman, tersedia kereta untuk sightseeing.
Rizal Park
Setelah menemani saya seharian, teman baru (yang sampai sekarang saya lupa namanya) mengantarkan saya ke Mall of Asia. Disini saya dilepas sendirian karena gampang naik taxi sampai ke bandara. Mall yang di-klaim sebagai mall terbesar se-Asia Tenggara ini emang gede banget, bangunannya sambung-menyambung. Kalau males geret-geret tas atau nggendong backpack, ada tempat penitipan tas gratis.

Jam 3 sore, saya naik taxi ke Ninoy Aquino International Airport (NAIA) untuk terbang ke Hongkong dengan Cebu Pacific. Saya berhasil meloloskan backpack seberat 16kg ke dalam kabin pesawat. Rahasianya? Senyum semanis mungkin seberat apapun beban di punggungmu seolah-olah itu ringan. Ada yang menarik dengan penerbangan Cebu Pacific ini, yaitu kuis berhadiah yang diadakan di dalam pesawat pada saat penerbangan. Tepat jam 21.00, pesawat mendarat di Hongkong International Airport. Tapi hari yang melelahkan belum berakhir sampai disini.

-- to be -continued --
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BUDGET:
Jeepney : 8 PHP
Air minum : 30 PHP
Taxi : 200 PHP
Airport Tax : 550 PHP
TOTAL : 788 PHP = Rp 216.700,-

No comments :

Post a Comment