Monday, September 16, 2013

Hongkong Day 2 - Ngong Ping 360, The Peak

8 Agustus 2013


Selamat Idul Fitri!
Ucapan ini memenuhi timeline twitter, facebook, dan path saya pagi ini. Ya, hari ini adalah Idul Fitri hari pertama. Nggak ada tetangga yang berangkat Sholat Ied. Nggak ada tayangan suasana Hari Raya dari televisi. Suasananya jauh berbeda dengan di Indonesia.

 

Tian Tan Budha

Tujuan saya hari ini adalah mengunjungi atraksi wisata Hongkong nomer sekian di TripAdvisor, yaitu Ngong Ping Big Buddha atau Ngong Ping 360, atau Tian Tan Buddha. Ada dua cara untuk mencapai Big Budha, yaitu dengan cable car, atau dengan menggunakan bus no.23. Kedua moda transportasi ini berangkat dari CityGate, yaitu mall dan factory outlet yang menjual barang-barang branded dengan harga miring. Jalan mneuju CityGate sangat mudah, cukup dengan naik MTR dan berhenti di Tung Chung Station. Keluar di Exit B, di sana sudah ada petunjuk menuju cable car, Citygate, dan halte bus.

CityGate Outlets
Harga untuk cable car dan informasi tentang Ngong Ping Budha bisa di-cek disini. Biar lebih irit, saya memilih pergi dengan bus, pulang dengan cable car. Tarif bus seharga 17.20 HKD bisa dibayar dengan Octopus Card. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit, melewati jalan curam dan berbukit-bukit layaknya perjalanan Toraja-Makassar dengan pemandangan tebing di kiri jalan, dan laut lepas di kanan jalan. Dari jalan saya bisa ngeliat dengan jelas cable car diatas bukit. Mengerikan sekaligus keren.

Cable Car Kelihatan dari Jalanan
Bus berhenti di pintu masuk Tian Tan Budha, dan semua penumpang turun. Untuk menuju ke patung Big Buddha masih harus jalan sekitar 500 meter, dan membayar tiket masuk sebesar 30 HKD. Tiketnya jangan dibuang/hilang, karena setelah mendaki ratusan anak tangga dan sampai di dalam Big Budha, tiket masuk bisa ditukar dengan 1 botol air mineral dan ice cream.

Tian Tan Budha Statue
Tian Tan Budha adalah salah satu dari 5 big buddha di China. Patung ini menggambarkan Budha yang sedang duduk di atas bunga Lotus dikelilingi oleh ‘The Offering of The Six Devas’, yaitu 6 patung dewa yang masing-masing mempersembahkan bunga, dupa, obat, buah, musik, dan lampu kepada sang Budha. Keenam persembahan ini melambangkan kasih, akhlak, kesabaran, semangat, meditasi, dan kebijaksanaan sebagai hal yang sangat penting untuk menuju nirwana.

3 of The Offering of Six Devas
Tian Tan Buddha mulai dibangun pada tahun 1990 hingga 1993. Tingginya mencapai 340 meter, dan bahkan dapat dilihat dari Macau. Di Dalam Big Budha terdapat 3 lantai yang digunakan sebagai exhibition room. Di lantai 2 dan 3 kamera tidak diperbolehkan untuk digunakan, dan jangan coba diam-diam memotret karena CCTV dipasang di seluruh penjuru ruangan.

Big Buddha Statue
Di sekitar Big Budha terdapat Po Lin Monastery, yaitu sebuah biara yang dibangun sejak tahun 1906. Selain biara, juga terdapat restauran dan beberapa toko souvenir, dan Wisdom Path.

Pintu Masuk Po lin Monastery

Ngong Ping Village

Keluar dari gerbang Tian Tan Budha, saya melewati gerbang menuju ke Ngong Ping Village. Jika ingin membeli souvenir atau sekedar makan siang, disini tempatnya. Ada juga beberapa atraksi khusus, seperti Walking With Buddha dan kungfu pada jam tertentu.

Ngong Ping Village
Atraksi Kungfu di Jam-jam Tertentu
Pulangnya, saya mencoba naik cable car yang standart cabin seharga 94 HKD. Pemandangan dari kabin cable car biasa-biasa aja, hanya ngelewatin bukit dan gunung-gunung hijau. Di dalam kabin saya hanya berdua dengan cowok Korea yang mengajak saya ke pantai dan menginap di hotelnya. Whatttttt???? No, Thanks.

Pemandangan dari Ngong Ping Cable Car
Untuk makan siang, saya mampir di salah satu toko bakery di Tung Chung Station, yaitu Saint Honore Bakery. Sumpah, rotinya enak banget, guede, dan harganya murah meriah. Pilihan makanan murah lainnya adalah cemilan Seven Eleven atau McDonalds.

Saya sempat mampir di Disneyland Hongkong, tapi nggak masuk karena tiketnya mahal dan saya bukan penggemar Disney. Yang menarik adalah MTR menuju Disneyland Resort yang jendelanya berbentuk kepala Mickey Mouse.

MTR Disneyland Resorts
Entrance Disneyland Hongkong

The Peak

Sore hari, saya menuju ke Peak Tram, pengen ngerasain naik tram tertua di Hong Kong yang konon usianya udah ratusan tahun dengan tingkat kecelakaan 0. Antiannya panjang banget! Harga tiketnya lumayan mahal, 75 HKD. Bayarnya bisa dengan Octopus Card. Naik tram hanya 10 menit, mendaki menuju The Peak Tower.

Antrian The Peak. Sedia Payung, Sedia Air Minum!
The Peak Tower, bangunan 7 lantai yang dirancang khusus untuk tahan terhadap tekanan angin yang sangat tinggi di puncak Victoria Peak. Kata arsiteknya, bentuknya seperti wajan. Tapi kalau kata saya sih lebih mirip palungan (tempat makanan) babi. Ups! Saya mungkin emang arsitek gagal.

The Peak Tower yang Konon Mirip Wajan
Dari atas The Peak ini pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Hongkong. Saya disini berjam-jam, berbaur dengan cityscape hunters amatir dan profesional, menunggu dari terang hingga malam. Wow, Hong Kong emang lebih gimanaaaa gitu kalau malam hari.

Hong Kong di Malam Hari
Ternyata bukan hanya naik ke The Peak Tower aja yang antri, pulangnya juga. Malah lebih panjang. Oiya, saat turun, trem jalannya mundur, Mungkin karena nggak ada tempat puter-balik kali ya?

Untuk makan malam, saya kembali berburu street food di Causaway Bay, tepatnya di Cannon Road, belakang SOGO. Setelah puas membeli aneka pork, saya pun pulang dengan perut kenyang, siap untuk Hongkong hari ketiga. Sekali lagi, Selamat Hari Raya Idul Fitri! 

-- to be continued --

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BUDGET:
Tiket Tian Tan Budha : 30 HKD
Makan Siang : 15.5 HKD
Peak Tram : 75 HKD
Air Mineral : 6.4 HKD
Sewa teropong di The Peak Tower: 5 HKD
Makan malam: 20 HKD
TOTAL : 151.9 HKD = 206.065,00