Tuesday, August 20, 2013

Wisata Tricycle di Vigan



Vigan, 5 Agustus 2013


Bangun pagi dan agak sedikit shock dengan rambut pendek ini. Tapi 15 menit kemudian, saya udah negosiasi dengan sopir tricycle untuk mengantar keliling Vigan. Saya bukan orang yang pintar nawar. Dari 300 PHP, hanya bisa turun sampai 250 PHP untuk 2 jam tour, dan yakin masih bisa ditawar lagi.

Saint Augustine Parish
Tempat pertaman yang dikunjungi adalah Saint Augustine Parish. Letaknya sebenernya udah diluar kota Vigan, tapi bisa dijangkau hanya 10 menit perjalanan. Gereja dengan arsitektur Neo Gothic ini dibangun tahun 1593. Sempat hancur karena perang dunia II, tetapi dibangun lagi dengan tidak kalah megahnya.

Saint Augustine Parish Church, Bantay
Bantay Bell Tower
Di sebelah St, Augustine Church, ada sebuah menara lonceng yang digunakan sebagai menara pengawas pada Perang Dunia I dan II karena lokasinya yang strategis. Kedua bangunan ini adalah saksi pemberontakan Filipino atas penjajahan Spanyol.

Bantay Bell Tower
Ada yang aneh? errr...
Pagburnayan
Vigan terkenal dengan keramiknya yang berkualitas tinggi. Pagburnayan adalah tempat pembuatan keramik secara tradisional. Sayang banget, saya datangnya kepagian dan proses pembuatan keramik belum dimulai. Hanya berkeliling, dan saya ngeliat keramik yang hmm...bentuknya aneh banget. Oke, emang saya traveler ngeres, harap maklum!

Hidden Garden
Saya juga mengunjungi Hidden Garden, taman yang dikelola oleh seorang ahli botanikal dan lanscape designer. Wahh..tiba-tiba keinget bos saya,haha.. Honestly, karena bukan pengagum tanaman, menurut saya nggak ada yang istimewa disini.
Hebatnya staf-staf di taman ini, mereka bisa hapal nama semua jenis tanaman yang jumlahnya ratusan. OMG! Buat pecinta tanaman, jika suka dengan salah satu tanamannya bisa membeli bibitnya disini. Mama saya pasti senang banget kalo diajak kesini.
Kalau lapar, taman ini juga menyediakan cafe dengan menu makanan khas Filipino hingga western food.  
Baluarte
Habis ngadem di taman ,saya dianter oleh supir tricycle ke Baluarte, kebun binatang Vigan. Sebelum masuk, saya ditawari berfoto dengan burung kakaktua di bahu. Saat itu, saya bener-bener ketakutan, bisa dilihat dari ekspresi saya di foto.

Me and Mr. Parrot
Yang paling absurd dari kebun binatang ini adalah patung dinosaurus yang gede banget di dalamnya. Serasa masuk ke Jurrasic Park. Ada juga kereta yang ditarik seekor kuda poni untuk berkeliling, tapi saya nggak nyobain karena kasian sama kudanya. Udah kecil, disuruh ngangkut kereta sama orang pula.

Baluarte Jurrasic Park :)
Rowilda Loom Weaving
Kalo pengen beli oleh-oleh yang nggak biasa, kain tenunan Rowilda bisa jadi pilihan. Bukan hanya galeri, kita juga bisa melihat proses pembuatan kain-kain ini. Saya pengen beli satu buat Mama di rumah, tapi tas udah penuh. Yahh..maaf ya Mak, anakmu ini emang selalu pulang dengan tangan kosong.

Rowilda Loom Weaving
Karena waktu saya nggak banyak, dua jam kemudian saya udah sampai di terminal bus Partas, menunggu bus ke Laoag. Karena busnya masih lama, saya nyobain makanan di warung depan terminal. Lagi-lagi pork.haha.. Tepat jam 10, bus Partas membawa saya ke Laoag, salah satu kota di Ilocos Norte

1 comment :