Thursday, August 29, 2013

Bangui Windmills, Philiphinnes

Bangui Windmills

6 Agustus 2013


All the huge things are always impress me.

Sejak pertama kali ngeliat gambar Bangui Windmills di salah satu forum backpacker, saya langsung jatuh cinta. Saking gedenya, kincir-kincir ini kelihatan jelas kalau dilihat dari Google Earth, berjejer rapi di garis pantai.

Karena itu waktu sampai di Pagudpud, pagi-pagi bener, saya udah bangun karena nggak sabar pengen ngeliat si Kincir Raksasa. Pemilik resort menawarkan paket tour Pagudpud dengan tricycle. Ada dua macam tour, yaitu South Pagudpud dan North Pagudpud Tour yang masing-masih harganya 600 PHP. Karena tujuan utama hanya pengen ke Bangui Windmills, saya diberi harga 300 PHP. Sebenernya ada cara yang lebih murah, yaitu dengan public bus, tapi saya terlalu malas. Kirain si Michael mau ikut juga, jadi bisa sharing cost. Siapa Michael? Baca disini.Ternyata setelah gedor-gedor pintu kamarnya, dia masih ngantuk berat dan pengen lanjutin tidur. 

Jadilah saya dianterin bapak tua dengan tricycle ke Bangui Windmills. Setelah setengah jam perjalanan, sampailah saya di pantai dengan pasir hitam dan deretan penjual souvenir di sepanjang jalan menuju pantai. Souvenir yang dijual rata-rata berupa replika windmills dan t-shirt. 

Replika Bangui Windmills
Setelah melihat dengan dekat, saya baru sadar ada 20 buah windmills dengan tinggi masing-masing 70 meter. Kebayang dong ya, gedenya. Windmills ini adalah pembangkit tenaga listrik yang dibangun oleh Gubernur Ferdinand Marcos Jr. Dimulai pada tahun 1996, dan diresmikan tahun 2006 oleh Ibu Negara Imelda Marcos.

Karena datengnya kepagian (jam 9-an), pantainya masih sepi dan restoran serta toko souvenir masih banyak yang belum buka, tapi panasnya bukan main. Saya hanya berjalan mondar-mandir sepanjang pantai mencari angle yang tepat untuk foto terbaik menyaingi gambar-gambar yang udah banyak di internet. Dan inilah foto terbaik Bangui Windmills yang berhasil saya jepret :

Hasil jepretan terbaik
Setelah berjam-jam mengagumi windmills yang sudah berbulan-bulan diimpikan, akhirnya saya bosen dan pengen pulang. Tapi tricycle yang tadi nganterin saya udah pulang duluan, karena nggak sabar nungguin saya. Mau nggak mau saya harus menunggu tricycle yang lain untuk mengantar saya ke jalan utama Bangui. Capek nunggu, perut saya keroncongan dan memilih makanan di salah satu foodstall di pinggir pantai. Karena tricycle nggak ada yang nongol, saya memutuskan jalan kaki sampai ke jalan utama. Jaraknya? 5 km atau lebih. Pokoknya jauhhhh banget. Siang bolong, panas terik, sendal nggak nyaman, dan kehausan. Jalannya sepi banget karena emang nggak banyak orang yang datang kesini. Ada beberapa mobil yang lewat, tapi nggak ada yang ngasih tumpangan. Ngenes!

Setelah jalan 20 menit-an, akhirnya saya sampai di jalan utama dan menunggu bus menuju Pagudpud. Ternyata kalau naik bus umum, saya hanya membayar 20 PHP. Jadi, dengan sedikit usaha dan jalan kaki, saya bisa irit 260 PHP. Kalau males jalan, saya bisa naik tricycle dari jalan utama ke Bangui Windmills 50 PHP. Hari ini saya belajar satu hal lagi: Kalo pengen murah jangan malas!

Satu jam kemudian saya sampai di resort dan ketemu Michael  yang baru pulang dari pantai. Karena cuaca panas banget, kami hanya duduk di teras sambil leyeh-leyeh baca buku masing-masing. Ajaibnya, cuaca yang panas terik, tiba-tiba berubah jadi hujan deras ditambah angin kenceng. Kami menyimpulkan itu typhoon.

Sore harinya saya harus packing dan kembali ke Manila dengan bus. Sebenernya masih pengen tinggal lebih lama di Pagudpud dan menjelajahi bagian utara yang terkenal dengan antai Blue Lagoon nya yang cantik, tapi saya nggak mau ketinggalan flight besok sore ke Hongkong .

Setelah packing, saya dan Michael kembali bersempit-sempitan di tricycle menuju ke Pagudpud Town. Bus Florida Liner yang akan membawa saya ke Manila berangkat jam 6 sore dengan lama perjalanan 12 jam. Sedangkan Michael masih akan tinggal di Pagudpud untuk 3-4 hari lagi. Selamat tinggal Pagudpud, kota kecil yang sangat cantik di utara pulau Luzon. Selamat tinggal Michael, travel buddy yang sangat menyenangkan dan sudah mengajari saya tentang perjuangan demi mendapatkan harga murah. Sampai sekarang, setiap kali mencari penginapan murah di satu kota dan merasa capek atau malas, saya sering teringat Michael dan semangat saya langung bangkit lagi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BUDGET:
Tricycle Pagudpud – Bangui : 300 PHP
Breakfast : 75 PHP
Bus Bangui – Pagudpud : 20 PHP
Mineral water : 20 PHP
Lunch : 75 PHP
Tricycle Pagudpud Town – Resort : 50 PHP
Tricycle Resort – Pagudpud Town : 50 PHP
Bus Pagudpud – Manila : 650 PHP
Resort : 500 PHP
TOTAL: 1740 PHP = Rp 478.500,00
 

No comments :

Post a Comment