Monday, July 1, 2013

Berdamai dengan Turbelensi

Hal paling menyebalkan no.2 dari traveling adalah naik pesawat. Betul? No.1 nya adalah packing. Ini menurut saya, lho. Kenapa naik pesawat menyebalkan? Yah, benar sekali. saya TAKUT KETINGGIAN. 

Tapi takut naik pesawat tidak menyurutkan langkah saya sedikitpun untuk pergi ke tempat baru, walaupun harus menahan pipis berjam-jam di pesawat atau jantung serasa mau copot tiap ada awan tebal yang mengakibatkan turbelence/turbelensi. 

Buat teman-teman yang punya ketakutan yang sama, saya ada sedikit tips nih:

  1. BERDOA. Ya, tidak ada obat penenang yang lebih manjur daripada doa. Saya ingat betul kata-kata temen saya: "naik pesawat itu seperti masuk peti mati. Lo nggak bisa ngapa-ngapain kalo ada apa-apa". Bener juga sih. 
  2. Kalo sudah berdoa dan masih takut, pikirkan tentang hal-hal seru yang akan dilakukan nanti kalo udah sampai. Ini saya alami saat penerbangan penuh guncangan dari Hanoi ke Saigon (kisahnya disini). Sepanjang jalan saya ngebayangin ketemu  calon suami temen, jalan-jalan di Saigon, mengunjungi Katedral, terus nikah disana. Idih, ngarep banget ya?
  3. Pikirkan tentang harga tiket yang mahal. Iya, kalo harga tiket pesawat yang saya naikin harganya selangit, pasti nyeselnya sampe nggak bisa lagi mikirin hal yang lain. 
  4. Pikirkan tentang pramugari. Iya, bayangin sudah berapa puluh ribu jam mereka berada di atas pesawat, dan mereka masih hidup, masih bisa tersenyum, dan masih cantik? 
  5. Berdiri, dan jalan ke toilet pesawat. Iya, benar. Ini baru saya alamin kemarin, dalam perjalanan Jakarta-Batam. Sepanjang perjalanan, lampu sabuk pengaman berkali-kali dihidupkan dan pesawatnya enjot-enjotan. Saya sampe nahan pipis saking takutnya. Akhirnya, karena nggak mau ngompol, untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melepas seat belt, berdiri, dan berjalan di dalam pesawat! Dan ternyata, getaran pesawat nggak kerasa kalo kita berjalan dalam pesawat. Serius. 
  6. Buka-buka majalah dalam pesawat. Siapa tau ketemu artikel yang menenangkan. Dalam satu perjalanan saya Makassar-Jogja, cuacanya buruk sekali. Di tengah ketakutan dan nggak bisa tidur, saya iseng-iseng buka majalah yang disediain airlines dan menemukan artikel yang judulnya sama dengan postingan ini. Berdamai dengan Turbelensi. Nggak tau kenapa, setelah membaca artikel itu, saya jadi ngerasa rileks. 
  7. Terbang lebih sering. Satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut adalah menghadapi rasa takut itu sendiri. 
Jadi, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa takut naik pesawat. Jangan jadikan ketakutanmu menjadi penghalang untuk melihat dunia lebih luas. ;) 

No comments :

Post a Comment