Monday, June 17, 2013

Host Couchsurfing Salah Fokus

source 
Sabtu pagi,  saya udah celingak-celinguk di ferry terminal Lagoi. Kali ini bukan mau berangkat ke Singapore, tapi mau jemput surfer pertama yang saya kenal dari Couchsurfing (CS). CS adalah situs para traveler seluruh dunia untuk saling mencari dan menawarkan tempat tinggal sementara. Bisa rumah, apartemen, kamar, tempat tidur, bahkan sofa. Yang menyediakan tempat disebut Host, yang numpang tidur disebut Surfer. Jadi, kali ini, saya menjadi host untuk seorang surfer.

Namanya Philippe Wenger, dari Swiss. Di email, dia nyebutin ciri-cirinya: kulit putih, gondrong (aduh!) tapi diikat rapi (syukurlah), dan kaos hitam. Ketika orang-orang mulai keluar dari pintu arrival, mata saya nggak berkedip nyariin sosok seperti yang dideskripsikan.

Itu dia! Bule, tinggi, ganteng, baju hitam *ngeces. Tapi setelah balik belakang, kok nggak gondrong ya? Oh, ternyata bukan. Nggak lama kemudian, muncullah bule kaos hitam. Gondrong, diikat rapi ekor kuda. Gotcha! Ternyata rambutnya nggak sepanjang yang saya bayangin. Cuman sebahu, rapi pula. Ganteng? iya.

Mungkin karena dia orangnya ramah dan supel, saya jadi cepat akrab dengan Phil. Bingung mau ajak dia kemana, karena di Bintan ini banyak sekali tempat-tempat menarik.

Pertama-tama, kami menuju  ke unit housing saya. Agak bingung juga, karena kamar ada 2, tapi yang satu, yang seharusnya kamar tamu, terkunci dan kuncinya entah dimana. Terus Phil tidur dimana? Ntar aja dipikirin. Yang penting sekarang makan dulu.

Setelah makan, kami menuju ke Lagoi Bay, mengunjungi lokasi proyek tempat kerja saya. Habis dari proyek, kami ke supermarket yang jaraknya 42 km dari Lagoi. Sepanjang jalan, Phil kegirangan joget-joget dengerin house music dangdut. Saya sih nggak masalah, tapi dia nanyain semua lagu liriknya cerita tentang apa. Kan saya keblenger jadinya. 

Untuk makan malam, Phil yang di profil CSnya mengaku suka masak, mencoba buat pasta. Ini pertama kalinya ada orang lain masak di dapur saya. Cowok pula. Bule pula. Lucu aja ngeliatnya. Orang masak, sambil minum bir. Dan hasilnya? Horrible! Pokoknya masakannya kacau parah. Tapi habis juga. Laper.

Makanan habis, kami nonton tv. Film horor  stasiun tv Singapore. Tapi sehoror-horornya film Singapore, produksi Indonesia jauhh lebih serem. Sambil nonton tv, Phil cerita banyak tentang perjalanannya di banyak negara, mulai dari Amerika Selatan hingga Asia. Saya juga diajarin cara misuh-misuh dengan berbagai bahasa: Jerman, Spanyol, Perancis. Phil, seperti kebanyakan orang Swiss lainnya, bisa 3 bahasa: Jerman, English, Spanyol. Ketiganya fasih. Salut!

Dan ketika tiba waktunya tidur, disinilah ke-salah-fokus-an saya sebagai host terjadi. Kami yang lagi nonton tv, rebutan tidur di sofa.

“I’ll sleep here” katanya

“No, I sleep here” kata saya nggak mau kalah

“But that’s your bed” sanggahnya sambil nunjuk ke arah kamar

“It’s for you. You’re my guest"

“We both sleep there?” tanya Phil. Waduh, ini pertanyaan yang menjebak. Pengennya sih bilang iya.

“NO!” jawab saya, sebelum berubah pikiran

“Ok, but i’ll open the door, so the aircond can blowing outside"

Oke. Jadilah malam itu, saya tidur di sofa bolong ruang tamu dan merelakan California King Bed dan selimut Spongebob itu jadi milik Phil semaleman. Bagaimana rasanya? Pegel.

Besoknya, pagi-pagi sekali saya udah bangun. Karena masih setengah ngantuk, saya ngejatohin panci di dapur. Anjing tetangga langsung melolong nyaring. Phil bangun dengan kolor doang dan buru-buru ke dapur.

“Are you OK?” tanyanya

“I’m OK” jawab saya sambil nelen ludah. Wow, tattoonya, perutnya, kakinya... *ngeces

Siangnya, kami main kayak (dayung perahu ke tengah lautan) di lepas pantai Nirwana Gardens. Saya, yang nggak bisa renang, biasanya takut kalo diajak ke laut. Tapi nggak tau kenapa, sama Phil kok ngerasa aman-aman aja ya? Cieeeeee...Linda..cieeeee...

Main kayak berjam-jam dilanjutkan dengan voli pantai. Oke, yang ini nggak usah diceritain. Kami berdua atlit yang parah. Setelah Phil ngerasa agak gosong (dan saya gosong banget), kami berdua pulang. Untuk makan siang, Phil menantang saya bikin nasi goreng. Nasi goreng? Keciiiillllll.. Saya kemudian  masak nasi goreng sambil ikut-ikutan minum bir, ditemani Phil. Hasilnya? Kalo dari skor 1-10, dia ngasih skor 3. Thank you!

Setelah makan dan ngobrol tentang segala hal, akhirnya kami harus berpisah. Saya mengantar Phil ke BBT ferry terminal, dan berpisah dengan pelukan hangat. Ini pengalaman saya yang pertama  menjadi host CS, dan ternyata sangat menyenangkan. Mudah-mudahan host dan surfers selanjutnya se-asyik Phil. Saya bangga sudah mengenalkan keindahan Indonesia ke Phil, yang seorang jurnalis. Semoga dia terkesan, dan kembali kesini lagi. Atau seenggaknya,menceritakan ke orang-orang yang dia temui di manapun bahwa Indonesia sangat indah.

7 comments :

  1. Tulisannya bagus. naratif.
    Dani

    ReplyDelete
  2. Mantab Neng,

    saya pertama kali ngehost 2 Orang, Mereka dari Belgia.

    Sedikit Banyak pengalaman yang saya dapat sama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. Saya awalnya takut, lho. Sampe kamera, duit, dan barang-barang berharga saya sembunyiin.haha..

      Delete
  3. kak VJ...
    lucuuuu skali ceritanyaa...
    saya silent read mi skarang...
    lucu dan envy baca travelinggnyaa...
    ajakin donkkk.... hahhahahaha..

    btw kenapa dak skalian bobo bareng .. #nahlohhh..
    wkwkkwkkwkwkwkkw...

    ReplyDelete