Sunday, June 9, 2013

Betapa Berartinya 5 Menit

Jika ada yang ingin tahu betapa berartinya 5 menit, tanyakanlah pada orang yang ketinggalan ferry karena telat check-in, hanya berselang 5 menit setelah gate ditutup. Dan orang itu adalah saya. 

Semuanya berawal dari  bangun kesiangan dengan SMS (sisa mabuk semalam)karena bar-hopping dengan teman-teman baru di Saigon (Baca kisahnya disini). Biasalah, sosialita. Penerbangan jam 1 siang, dan saya bangun jam 11. Baju-baju kotor masih berserakan, handuk masih bergelantungan di sisi bunkbed, isi locker berantakan, belum mandi pula. Saya pun grasak-grusuk merapikan semuanya dengan terburu-buru dan membuat gaduh seisi kamar. 

Rencana awalnya sih, saya mau ke bandara dengan bus no.152 lagi, karena udah tau rutenya. Tapi karena kesiangan, taxi adalah pilihan paling tepat. Taxi yang terpercaya di Saigon salah satunya adalah Mai Linh. Begitu sampai, saya segera check-in, yang untungnya masih dibuka. Ada satu hal yang saya nggak ngerti sampai saat ini, kenapa petugas imigrasi Vietnam selalu memberi stempel di lembar paling belakang paspor.

Stempel imigrasi Vietnam
Perjalanan 3 jam dari Saigon ke Singapore berjalan lancar dan tiba di Changi airport pada jam 16.00 waktu jam saya. Yang terlupakan adalah waktu di Singapore lebih cepat 1 jam. Jadilah saya berjalan gontai menuju imigrasi, kemudian ke stasiun MRT di Terminal 2 Changi Airport, dan kemudian naik bus ke Tanah Merah Ferry Terminal (TMFT).

Ketika sampai di Ferry Terminal, saya heran karena tempatnya sepi. Biasanya saat last ferry, tempat ini selalu ramai. Jam baru menunjukkan pukul... 7.45 PM waktu Singapore! Sialnya, gate ditutup jam 7.40 PM, hanya 5 menit sebelumnya. Saya mencoba memelas-melas kepada petugas, tetapi mereka tidak mengizinkan saya masuk karena ferry-nya memang sudah mau berangkat. Mungkin kasihan melihat tampang saya, salah seorang petugas tiketing, perempuan cantik bernama Sue (seperti di name-tag nya) menyuruh saya datang besok pagi dan mencarinya. Lemas, saya kembali ke Changi Airport, dan lagi-lagi menginap di kursinya yang keras. Jadi, dalam seminggu saya sudah 2x menginap disini.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saya sudah sampai di TMFT dan mencari Sue. Tapi sepertinya saya kepagian karena dia belum datang. Saya mencoba berbicara dengan petugas tiket yang lain, menjelaskan bahwa saya sudah datang semalam tetapi telat 5 menit. Tetapi si petugas dengan tegas menyuruh saya membeli tiket baru seharga 45 SGD. Saya makin lemas. Lalu Sue tiba-tiba muncul dan memberikan tiket baru dan saya hanya membayar 5 SGD. Thanks Sue! Entah bagaimana berterima kasih kepadanya. Entah bagaimana cara dia menyampaikan ke manager-nya sehingga diperbolehkan memberikan keringanan buat saya. Akhirnya, saya pulang ke Lagoi dengan ferry pertama di hari itu. Sampai sekarang, jika ke TMFT, saya selalu menyempatkan diri say hello pada Sue.

-- The End --

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengeluaran :
Taxi Pham Ngu Lao – Tan Son Naht Airport : VND 230.000
Tiket pesawat Saigon – Singapore : USD 90
Makan siang Burger King : VND 65.000
Makan Malam di Kopitiam : 8 SGD

Total Pengeluaran: Rp 1.115.000,00

No comments :

Post a Comment