Thursday, June 13, 2013

Belajar Menulis Hingga ke Lereng Merapi

I'm a lucky bastard!

Mungkin saya orang yang paling beruntung, setidaknya diantara 915 orang. Kok bisa? Jadi begini, saat ngeliat salah satu postingan seorang teman Fb tentang pelatihan menulis, saya langsung tertarik. Bukan karena 'menulis'nya,  tapi karena lokasi pelatihannya yang diadakan di Yogyakarta, ditambah dengan jalan-jalan ke Merapi. Yah, Yogyakarta selalu menyimpan kenangan manis, dan membuat saya selalu ingin pulang kesana.

Lalu, tanpa pikir panjang, saya men-copy salah satu postingan di blog ini, dan mengirimkannya sebagai sample tulisan. Satu bulan berlalu, tidak ada kabar. Dua bulan, saya tiba-tiba ditelepon panitianya yang menyatakan saya lolos. Bagaimana perasaan saya saat itu? Biasa aja. 'Sudah sepantasnya lolos, kan ini hanya pelatihan menulis biasa. Paling yang daftar nggak banyak', pikir saya waktu itu. 

Tapi, betapa kagetnya saya ketika tau yang daftar sebanyak 915 orang dari seluruh Indonesia, dan yang terpilih hanya 30 orang. Seumur hidup, saya keranjingan ikutan kuis, dan belum pernah menang sekalipun. Sekarang saya tau bagaimana rasanya.

Dan ketika sampai di lokasi pelatihan, saya makin kaget karena peserta yang datang bukanlah penulis baru. Hampir semuanya sudah memiliki buku yang diterbitkan. Teman sekamar saya, yang lebih muda 10 tahun, baru saja menerbitkan novel bergenre K-pop. Hebat! Ada juga pengarang buku Twitter is Money yang lagi hangat-hangatnya di pasaran. Hebat! Ada cerpenis yang karya-karyanya sudah dimuat di berbagai media, termasuk di Femina edisi bulan ini. Hebat! Pokoknya, semuanya bukan orang baru di dunia tulis-menulis. Sedangkan saya? Sampai sekarang saya bahkan lupa postingan mana yang ke-copy dan dikirimkan ke panitia waktu itu. Minder? Jelas. 

Panitia juga menghadirkan Tere Liye, novelis yang terkenal itu sebagai pengisi materi. Jujur, saya belum pernah membaca satupun buku Tere Liye. Bahkan, saya menyangka dia perempuan. 

Hari yang saya tunggu-tunggu pun tiba. Tour Merapi. Jam 4.30, semua peserta sudah bangun dan naik ke jeep yang sudah disediakan panitia. Kami melewati rumah-rumah penduduk yang habis dilalap wedhus gembel. Saya, yang sedang berada di Yogyakarta pada saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, bisa membayangkan bagaimana mereka menyelamatkan diri dan ternak mereka meninggalkan rumah yang kini menjadi puing-puing.



Kemudian jeep berhenti di salah satu view point, yang pemandangannya sangat indah. Ada satu batu besar, mereka menyebutnya Batu Alien. Katanya, bentuk batunya seperti wajah manusia bercampur alien. Ahh..mereka harus ke Lagoi dan melihat Batu Alien sesungguhnya, yang ukurannya lebih besar dari rumah dua tingkat.

Di lereng Merapi ini, saya jatuh cinta dengan bunga Edelweis yang diberi pewarna. Sayang sekali, harganya terlalu mahal buat ukuran kantong saya. Saya hanya membeli yang paling murah, seikat edelweis tanpa warna dan belum mekar. Rasanya pengen nangis, ketika edelweis yang saya selipkan di ransel dan dibawa kemana-mana selama beberapa hari, hilang di Changi Airport.

Edelweis
Di perjalanan pulang, jeep kami tiba-tiba mengeluarkan api dari persenelingnya. Korsleting, mungkin. Keempat penumpangnya segera berhamburan, takut jeep meledak seperti di film-film. Tetapi semua bisa diatasi, dan kami kembali ke tempat pelatihan dengan selamat.

Jeep yang kebakar
Selama pelatihan, saya banyak belajar tentang tulis-menulis dari panitia yang merupakan editor-editor handal. Ada sedikit rasa malu ketika tidak bisa membedakan frase dan kalimat. Sesama peserta saling bertukar pengalaman menulis. Bagaimana mengirim naskah ke editor hingga bukunya diterbitkan. Semua yang saya dapatkan adalah pelajaran penting yang mungkin tidak ada di tempat lain.

Di akhir acara, semua peserta bergandeng tangan dan menyanyikan lagu 'Kemesraan'. Suasana mengharu biru. Sedih harus berpisah dengan sahabat-sahabat baru, tetapi saya bukan orang yang gampang menitikkan air mata. Jadinya, saya hanya bisa bengong menyaksikan mereka menangis sesenggukan. 

3 comments :

  1. waah, pasti pengalaman berharga... selamat yaasemoga bisa jadi penulis beneran dan menghasilkan karya yang bagus.. :)

    ReplyDelete
  2. great article, thanks for sharing

    ReplyDelete