Sunday, April 21, 2013

Supir Taxi Absurd di Hanoi

Setelah mengalami hujan badai dan delayed 2 jam di KLCC, akhirnya saya berangkat juga ke Hanoi jam 7 malam. Perjalanan ditempuh selama 3 jam dan waktu Hanoi lebil lambat 1 jam dari Kuala Lumpur. Jadinya jam berapa nyampe Hanoi? .... Yak, betul sekali, jam 11 malam. 

Noi Bai International Airport (source)
Melewati petugas imigrasi berwajah datar, kemudian saya jalan ke arah hall Noi Bai Airport dan mulai panik. Belum tuker duit, hp lowbat, wi-fi nggak ada, gimana caranya menghubungi teman couchsurfing calon host saya? Saya ke bagian informasi, memperlihatkan email dari Ben Nguyen (calon host saya di Hanoi) yang untungnya udah ter-capture di hp yang baterenya udah sekarat. Dengan sigap mbak-mbak informasi ini menelepon nomer yang ada di email dan kemudian ngomong bahasa planet. Ternyata Ben sudah menunggu saya di alamat yang disebutkan di email. Mbak-mbak informasi ini juga mencarikan taxi yang terpercaya untuk untuk mengantar saya ke rumah Ben. Sebelum masuk taxi, mbak-mbak informasi ini menuliskan alamat Ben dengan jelas di kertas, lengkap beserta no.hp dan tarif yang harus saya bayar. Oiya, mbak-mbak ini juga menyediakan jasa tuker duit. USD 100 dihargai VND 2.100.000. Horangkayah!!!!

Email dari Ben Nguyen

Vietnam terkenal dengan sopir taxi-nya yang nakal. Karena ini taxi pilihan mbak-mbak informasi tadi, saya naik aja tanpa banyak mikir. Kebayang kasur empuk dan makanan enak di rumah Ben yang semuanya gratis, heheheh... Di jalan tol, tiba-tiba si supir menepikan taxinya, keluar dari taxi, mencopot atribut di atas, samping, dan belakang taxinya, kemudian kembali ke dalam taxi. Seakan aksinya belum cukup membuat saya shock, dia juga melepas name-tag di bajunya. Omaigat, saya dalam bahaya! 
"what are you doing?!!" tanya saya panik.
"sorry, i don't understand" katanya sambil terus memacu taxinya. Ngebut! 

Herannya, tadi si supir ini lancar banget nawarin taxi-nya ke bule pake English. What the... Kebayang dong, perasaan saya gimana waktu itu. Tengah malam, sendirian, dengan supir taxi gila. Pelan-pelan saya buka dompet, keluarin semua duit dan menyelipkan kedalam baju Richard Bear. Masih ingat kan, Richard Bear? Si sopir, masih dengan ngebut, menelepon seseorang dalam bahasa planet. Waduh, pasti ngabarin temennya kalo udah dapet mangsa baru. Nggak ada yang bisa saya lakukan selain duduk tenang dan berdoa dalam hati. Kalo taxi masuk ke daerah sepi, saya bakalan loncat keluar. Lecet-lecet nggak apa-apa deh yang penting selamat.

Setengah jam kemudian, taxi berhenti di depan pom bensin yang lokasinya lumayan rame. Saya bingung dong, masa iya, saya dirampok di tempat serame ini? Si supir taxi kemudian menunjuk keluar, ke arah cewek yang lagi duduk di motor "that's your friend", kata dia. Oiya, itu Ben, saya ingat fotonya di couchsurfing. Saya buru-buru keluar, ngasih 250.000 VND ke supir taxi (harusnya hanya 230ribu VND). Kembaliannya ambil aja deh, maaf ya pak, udah mikir macem-macem. hihihi..

Agak canggung, saya kenalan dengan Ben dan naik motor ke rumahnya, lewat gang-gang sempit. Akhirnya sampai juga di depan bangunan 4 tingkat. Oh, ternyata ini kos-kosan. Ben mengantar saya ke kamarnya di lantai 3 dan saya kaget melihat kondisinya.

Kamar Ben
Kamarnya berukuran 3x3, dindingnya hanya semen tanpa acian trus dicat putih. Nggak ada springbed atau kasur seperti bayangan saya sebelumnya, hanya ada bale-bale kayu dengan alas tikar. Udah, segitu doang. Bahkan lemari pakaian aja nggak ada.

Yang bikin saya terharu, Ben memperlakukan saya bener-bener baik. Saya dimasakin air buat mandi, dikasih selimutnya yang paling tebel dan wangi biar nggak kedinginan. Dia bahkan mengungsi ke kamar temannya dan saya bisa tidur dengan tenang, walaupun saya nggak keberatan berbagi tempat tidur. Ben bolak-balik memastikan saya bisa tidur tenang, nggak kedinginan, dan nggak kekurangan apapun. English Ben nggak lancar, sambil ngobrol kadang-kadang dia buka kamus kalau nggak ngerti. English saya juga masih level rendah. Cocok ya kita? haha..

Sepertinya pertemuan dengan Ben adalah tamparan keras buat saya. Kenapa? Karena saya punya tempat tidur yang empuk, nggak harus repot-repot masak air tiap mau mandi air hangat, punya pekerjaan yang menyenangkan, tapi saya selalu mengeluh. Harusnya saya bersyukur. Sedangkan Ben, dia bahkan belum pernah ke ibukota negaranya sendiri karena nggak punya duit yang cukup, hidupnya sederhana sekali, tapi dia dia enjoy dengan keadaanya. Ben aktif di couchsurfing walaupun belum pernah kemana-mana dan Englishnya yang terbatas.

Traveling bukan hanya pergi ke tempat yang baru, bertemu orang-orang baru dengan pengalaman baru. Traveling kadang-kadang merubah cara pandangmu terhadap hidup.

-- to be continued --

PS:
Taxi terpercaya di Hanoi:

Mai Linh Taxi
Taxi ini biasanya berwarna putih-hijau, atau hijau polos. Sopir taxi-nya menggunakan kemeja putih dan dasi hijau. 

Taxi CP
Taxi ini berwarna putih dengan strip merah dengan tulisan 'CP' dan nomor telepon di bodi mobilnya. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengeluaran hari pertama di Hanoi:
Taxi  : 250.000 VND = Rp 125.000


No comments :

Post a Comment