Sunday, April 14, 2013

Reuni Dadakan di Batu Caves

9 Maret 2013

Kalau ada yang bilang tidur di bandara itu nyaman, BOHONG besar! Tidur di Bandara itu sakit! Tapi setelah ini semua saya ngerasa udah 'khatam' backpacker. Sah? Sah!

Bangun dengan badan pegel-pegel, saya ngesot jalan ke check in counter Jetstar di Terminal 2. Masih jam 4 pagi tapi antrian udah panjang. Diantara wajah-wajah yang ngantri ini ada beberapa yang semaleman juga nginep di bandara. 

Pukul 05.05 pesawat take off ke Kuala Lumpur dan saya melanjutkan tidur. Lumayan, 1 jam. Merem sebentar, udah nyampe di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Dari KLIA menuju pusat kota Kuala Lumpur bisa menggunakan KLIA Express yang tarifnya 35 MYR sekali jalan dan sampai ke  KL Central dalam 28 menit. Pemandangan selama di KLIA express ini sangat membosankan. Kiri-kanan hanya ada kelapa sawit.
Richard di KLIA Express
Sampai di KL Central, saya berniat ke Batu Caves, salah satu tempat ibadah umat Hindu di KL. Untuk kesana bisa naik KTM jalur Port Klang - Sentul dan berhenti di stasiun terakhir dengan membayar 1.6 MYR. Untungnya, hari itu ada pembangunan jalur kereta baru, jadinya penumpang yang mau ke Batu Caves harus turun dari kereta, naik shuttle bus, kemudian disambung kereta lagi sampai Batu Caves.  Ribet ya? Iyah, dan ini makan waktu lebih lama. Trus kenapa saya bilang untung? Karna pemandangan dari bus lebih cantik daripada naik kereta.

Rute kereta di KL, ke Batu Caves naik yang jalur warna cokelat

1 jam kemudian akhirnya sampai juga. Masuk kesini nggak perlu bayar. Asiikk! Di pintu masuk saya disambut patung Hanoman hijau raksasa. Ini Hanoman apa Hulk ya?

Hanoman Hijau
Dibelakang Hanoman Hijau ini ada kuil tempat sembahyang yang dipenuhi orang India. Pas saya datang, mereka lagi bagi-bagi makanan. Asikkk...saya segera mendekat, tapi begitu ngeliat bentuk makanannya, saya pelan-pelan melipir ke belakang kuil.

Kuil Hindu dan Orang yang Sembahyang
Di belakang kuil ini ada jalan menuju cave. Saya masuk kesana, dan ternyata harus bayar 1 MYR. Di dalam cave ada banyak patung dewa-dewa Hindu.


Patung-patung di Dalam Cave

Percaya atau nggak, atau ini cuma perasaan saya aja yang waktu itu datang sendiri, patung-patung disini menyimpan aura mistis. Makin lama patung ini makin nyeremin.

Di sisi lain kompleks ini ada patung raksasa lainnya. Dari pintu masuk saya harus jalan 500an meter. Ada satu yang mengganggu selama disini: tempatnya bau! Saya nggak ngerti itu bau apa, pokoknya ganggu banget deh. Di dekat patung emas raksasa itulah akhirnya saya ketemu sumber baunya.

Ini nih Sumber Bau di Batu Caves
Iya, ternyata yang saya hirup dari tadi itu aroma tai burung. Kenapa sih burung-burung ini suka eek sembarangan? kenapa sih nggak ada petugas khusus yang ngebersihin eek burung ini?

Patung Murugan setinggi 42.7 m
Patung emas diatas adalah Murugan, salah satu dewa dalam agama Hindu dan di-klaim sebagai patung hindu tertinggi di dunia. Informasi buat para arsitek muda berbakat seperti saya dan pekerja konstruksi nih: Patung Murugan dengan biaya pembangunan sekitar 24 juta rupee terbuat dari 1550 meter kubik beton, 250 ton baja, dan 300 liter cat emas yang didatangkan langsung dari Thailand. Di kaki patung Murugan ada 272 anak tangga yang membawa pengunjung masuk ke salah satu cave yang berisi kelelawar. hiyyyyy... 

Puas melihat-lihat, saya akhirnya memutuskan kembali ke kota karena lapar. Di kawasan ini sebenarnya banyak penjual makanan, tapi saya nggak yakin dengan kebersihannya. Biasanya, sebagai backpacker saya bisa makan apa aja, dimana aja. Tapi aroma tai burung ini nggak bisa ditolerir. 

Saya kembali naik KTM kembali ke KL Central. Pas mau turun, tiba-tiba tangan saya ada yang narik sambil teriak nama saya. Surprise! yang narik saya ini teman baik saya dari TK sampe SMA, rumah kita bahkan tetanggaan, satu gereja, emak-emak kita dulu sering ngerumpi kalo ketemu di pasar, dan kita udah nggak ketemu selama 9 tahun. Wow! Temen saya ini datang dengan adiknya dan temen adiknya. Mereka mau ke Batu Caves. Saya nggak jadi turun, malah dengan senang hati kembali ke tempat yang bau itu, mengulangi rute yang sama. 

Teman-teman masa kecil
Setalah jalan-jalan keliling Batu Caves, kami mengambil kesimpulan: tempat ini jorok! Akhirnya kita berempat memutuskan pulang. Di stasiun KTM, saya kok ngeliat sosok yang nggak asing ya? Surprise lagi, ini adalah teman SMA saya yang lain, yang juga kebetulan dateng liburan ke KL. Kali ini saya harus bilang WOW! Dunia traveling itu memang sempit ya? Sebenernya saya udah tau mereka ada di KL dari Twitter, tapi nggak nyangka bakal ketemu kayak gini. Karena saya udah muak bolak-balik, terpaksa teman yang datang terakhir ini muter-muter Batu caves sendirian dan kita, cewek-cewek, menunggu di stasiun. 

Teman-teman SMA
Kami berlima melanjutkan reuni dadakan di salah satu restoran di KL Sentral sambil makan siang. Saya senang banget, karena teman-teman saya ini juga gila traveling. Mungkin besok-besok saya nggak perlu susah nyari travel partner.heheh.. 

Selesai makan, kami akhirnya berpisah. 3 cewek tadi mau melanjutkan perjalanan ke Bangkok, teman yang cowok mau ke Penang, dan saya sendiri sore ini ada penerbangan ke Hanoi. Dari KL Sentral menuju KLCC rutenya agak berbeda dengan KLIA. Saya harus naik KLIA Transit, turun di Stasiun Salak Tinggi dan melanjutkan dengan shuttle bus menuju KLCC. Di kereta, saya ketemu dengan orang India, karena keasikan ngobrol, dan dia ngikutin saya sampai ke KLCC, padahal tujuan dia sebenernya ke KLIA. hahaha..salah siapa coba? 

Sampai di KLCC, penerbangan saya dengan AirAsia ke Hanoi mengalamai delayed karena hujan deres banget. Gila, baru kali ini saya ngeliat bandara banjir, calon penumpang semua basah kuyup. Harusnya momen ini saya ambil gambar ya, tapi sayang kameranya. Pesawat yang harusnya terbang jam 6 ditunda sampai jam 8 malam baru berangkat. Jadinya saya nyampe Hanoi jam 11 malam. Petualangan belum berakhir,heheheh... 

-- to be continued --

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengeluaran hari ini:
KLIA Express : 35 MYR = Rp 108.500
KLM ke Batu Caves : 1.6 MYR = Rp 4.960
KLM dari Batu Caves : 2 MR = Rp 6.200
Tiket masuk Ramayana Cave : 1 MYR = Rp 3.100
Makan siang : 19 MYR = Rp 58.900
KLIA Transit : 12.5 MYR = Rp 38.750
Shuttle bus ke KLCC: 2 MYR = Rp 6.100
Total pengeluaran hari ini : Rp 226.510

No comments :

Post a Comment