Monday, April 8, 2013

Nginap di Changi Airport

Banyak anak banyak rejeki. Itulah semboyan yang diyakini oleh orangtua jaman dulu (termasuk orangtua saya) yang langsung dipatahkan oleh pemerintah Orde Baru yang menegaskan 'Dua Anak Cukup'! Saya nggak ada rencana buat anak punya anak dalam waktu deket ini, jadi ... Banyak Teman Banyak Rejeki, itu baru bener. 

Apa hubungannya Banyak Teman Banyak rejeki dengan cerita traveling saya? Jadi begini, mbak, mas. Nggak selamanya backpacker itu nge-gembel. Nggak selamanya backpacker itu dapat kelas ekonomi dalam ber-transportasi. Nyari tiket murah, kalo bisa gratis, wajib hukumnya. Tapi mendapatkan fasilitas VIP dengan harga ekonomi? 

8 Maret 2013
Hari ini saya harus menyeberang dari Lagoi ke Singapore dengan ferry, tentu saja dengan tiket ekonomi. Karena saya ramah dan murah senyum, saya memiliki banyak teman, termasuk Mbak-mbak dan Mas-mas yang bekerja di Lounge Emerald Class di ferry terminal itu. Sebenernya mereka temennya temen saya sih. Yahh .. circle of friends gitu lah istilahnya. 

Saya yang terlalu bersemangat hari itu datang terlalu cepat dan pintu imigrasi check-in belum dibuka. Salah satu temannya teman (belibet ya?) akhirnya mempersilahkan saya menunggu di Lounge Emerald Class. Ini semacam lounge khusus VIP class gitu, nggak semua orang bisa masuk. Saya duduk manis di salah satu sudut menunggu waktu check-in. Selain dipersilahkan menunggu di dalam lounge, saya juga nggak perlu antri di imigrasi. Teman saya yang lain (ingat, saya murah senyum dan banyak teman) meminjam paspor saya dan tak lama kemudian cap imigrasi beserta boarding pas nyelip cantik di dalam paspor. 

Akhirnya tibalah waktu boarding, dan saya dipersilahkan masuk ke ferry. Keberuntungan masih berlanjut, saya dipersilahkan naik di lantai 2. Asiikkk... Di lantai 2 ini adalah kelas VIP yang lebih dikenal dengan Emerald Class. Harga tiketnya jauh lebih mahal dari kelas ekonomi (bisa dicek disini). Penumpangnya cuma ada sepasang laki-perempuan, petugas ferry, dan saya. Dengan noraknya saya langsung duduk selonjoran ngangkat kaki ke kursi. Ahhh...heaven! Oiya, perjalanan kali ini saya nggak sendirian lho, ada Richard yang setia menemani dan nggak pernah protes atas kenorakan partnernya.

Richard Bear
15 menit berlalu. Kesenangan karena mendapat kelas VIP berganti kecemasan karena saya sadar berada 6 meter tepat diatas permukaan laut yang sedang begelombang kencang dan kenyataan bahwa saya nggak bisa renang (apahhhh!!???). Ya, saya nggak bisa renang, saya takut ketinggian, dan saya mabok laut! Perjalanan Lagoi - Singapore hanya 45 menit dan 30 menit terakhir saya habiskan di dalam toilet. Nggak perlu dijelaskan lagi ngapain saya di toilet selama itu. 

Sesampainya di Singapore, saya turun dari ferry dan berjanji dalam hati nggak akan naik ke lantai 2 ferry apapun yang terjadi. Dengan riang gembira saya menuju ke penginapan saya malam ini yang sangat megah, modern, fasilitas lengkap, aman, dan gratis. Changi Airport. Apa? Nginap di Changi? lu emang kere banget ya? Nggak takut diusir satpam? Aduh, emak lu di rumah bakal ngomong apa kalo tau anaknya jadi gembel? 

Mas, Mbak, pesawat saya besok berangkat jam 5 pagi, dan saya nyampe bandara jam 11 malam. Mau nganter saya pagi buta ke bandara? Nginap di bandara adalah hal yang wajar dilakukan dikalangan backpacker. Disamping alasan pengiritan, waktu juga biasanya menjadi bahan pertimbangan. Tepat jam 12 malam Anda akan disuguhkan pertunjukan seperti ini di terminal 2:
Terminal 2 Changi Airport (source)
Nginap di Changi Airport sebenarnya tidak se-ngenes yang dibayangkan orang kebanyakan. Ada kursi-kursi panjang yang empuk (walopun nggak seempuk kasur), ada McDonald yang buka 24 jam, ada Starbucks buat ngopi-ngopi cantik sampe pagi, ada internet gratis, dan ada keran yang airnya bisa diminum.
Tips-tips tidur nyaman di bandara:

  • Bawa kaos kaki, celana panjang, dan jaket karena AC di bandara sangat dingin. 
  • Kalo jaim dan malu sama orang yang lalu lalang, bawa kaen buat nutupin muka dan ngelap iler. 
  • Tidurnya jangan jauh-jauh dari tempat check-in penerbangan kita. Misalnya kalo di tiketnya bakal pake Jetstar, jangan jauh-jauh dari terminal 1. Jadi kalo tidurnya bablas bisa buru-buru check-in, nggak perlu lari-lari antar terminal. 
  • Barang bawaan jangan jauh-jauh dari badan. 
  • Kalo mau numpang tidur di kursi McD yang empuk itu, belilah sesuatu di counternya, walaupun hanya eskrim seharga $1. 
  • Siapkan tiket dan boarding pas, buat jaga-jaga kalo ditanyain sekuriti. 
  • Buat yang transit, kalo misalnya transit hanya 1-3 jam, mending nggak usah keluar dari arrival hall. Di dalam arrival hall kursinya lebih empuk dan fasilitasnya lebih komplit. 
  • Spot-spot tidur nyaman di Changi :
 Terminal 1 : Cari petunjuk Rest Area
Petunjuk Rest Area (source)
Tempat tidur di Rest Area (source)
    Terminal 2 : McDonalds
McDonald's (source)
    Terminal 3 : Museum bandara

Happy Traveling, dan jangan ngaku backpacker kalo belum nginap di bandara!

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengeluaran 8/3/2013:

Tiket Ferry PP : SGD 64.5 = Rp 506.325
Makan Malam King Burger : SGD 6.8 = Rp 53.380
total : Rp 559.705

4 comments :

  1. aku pernah nginep di italy.. Dan emang bandara luar negri itu cenderung asik perlengkapannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cengkareng masih tanda tanya besar.. hhehe

      Delete
    2. Iya, bener banget, masih tanda tanya.. free water aja masih diragukan, hehe..

      Delete