Sunday, April 28, 2013

Hanoi, Kota Seribu Danau


10 Maret 2013

Saya bangun pagi dengan excited banget karena hari ini ada agenda jalan-jalan keliling Hanoi dengan teman baru, Ben Nguyen.  Dengan badannya yang kecil, Ben begitu lincah mengendarai motor matic-nya yang gede. Vietnam terkenal dengan lalu lintasnya yang semrawut, motor dimana-mana. Yahh... sebelas-duabelas lah dengan Jakarta.  Karena lapar, kita mampir sarapan pho di warung dekat kos-kostan Ben.

Pho Bo
Pho (dibaca fe) adalah makanan khas Vietnam yang berupa mie dari beras dengan kuah kaldu jernih.  Saya memesan dengan daging sapi, namanya pho bo.  Selain menggunakan daging sapi, pho juga bisa menggunakan daging ayam (pho ga) dan daging babi (lupa namanya).  Harga seporsi pho di warung yang saya nggak tau namanya ini VND 20.000, dan berhubung Ben bersikeras mentraktir, saya menerima dengan sukarela.

Setelah perut kenyang, perjalanan dilanjutkan menuju Hoan Kiem Lake, yaitu danau yang berada di tengah-tengah kota Hanoi. Lokasinya berdekatan dengan Old Quarter, area backpacker yang terkenal di Hanoi.  Hoan Kiem Lake menyimpan legenda yang sangat penting bagi masyarakat Vietnam. Konon danau ini dihuni oleh kura-kura raksasa (Ben sempat kebingungan menjelaskan kata 'kura-kura' dalam English) Ditengah-tengah danau terdapat pulau kecil yang dihubungkan dengan jembatan merah yang namanya The Huc.  Di pulau ini berdiri Kuil Ngoc Son yang merupakan ikon Kota Hanoi.  Kuil dan jembatan merah ini biasa digunakan sebagai gambar ilustrasi di iklan pariwisata Hanoi.

The Huc (Jembatan Merah)
Pintu Masuk Kuil Ngoc Son
Kopi Vietnam
Tiket masuk Kuil Ngoc Son adalah VND 5000 (lagi-lagi saya dibayarin Ben, heheh…), dapat dibeli di loket sebelum The Huc.  Kuil buka setiap hari pukul 08.00 – 17.00.  Di dalam kuil ada beberapa altar dan tempat membakar hio. Di samping ruang utama ada kura-kura raksasa yang diawetkan.  Ternyata cerita kura-kura raksasa di Hoan Kiem Lake bukan hanya mitos.

Buat saya, Hanoi adalah kota yang sangat romantic.  Mungkin karena banyaknya taman kota yang berada disekitar Danau.  Disekitar Hoan Kiem Lake, saya menemukan setidaknya delapan pasangan yang sedang foto prewedding. Foto diatas salah satunya.

Puas berkeliling Hoan Kiem Lake, Ben mengajak saya berjalan di Old Quarter.  Ini adalah salah satu distrik dekat Hoan Kiem Lake yang menjadi tujuan backpacker.  Menurut cerita Ben, awalnya lokasi ini adalah rawa-rawa yang penuh ular dan buaya, kemudian berubah menjadi pemukiman penduduk.  Sekarang, distrik ini dipenuhi dengan took-toko dan penginapan.  Ben mengajak saya mencoba kopi Vietnam yang terkenal.  Saya bukan penggemar kopi, tapi entah kenapa, kopi Vietnam ini memang enak.

Setelah ngopi dan puas jalan-jalan di Old Quarter, Ben mengajak saya ke universitas tertua di Vietnam sekalian bertemu dengan temannya.  Dengan naik motor sekitar 10 menit, kami sampai di Van Mieu-Quoc Tu Giam.  Van Mieu atau Kuil Sastra merupakan kuil yang dibangun untuk Confucius. Di dalam kompleks kuil terdapat universitas tertua di Vietnam. Pada hari-hari tertentu kuil ramai didatangi oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Vietnam yang merayakan hari kelulusan.  Tiket masuk sebesar VND 5000 lagi-lagi dibayarin oleh Ben dan teman baru saya.


Saya dan Ben di depan Van Miau
Saya datang disaat yang pas, bertepatan dengan perayaan kelulusan mahasiswa di Hanoi.  Saat itulah saya terngaga melihat pemuda-pemudi Hanoi yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.  Kalau mereka ke Jakarta mungkin udah jadi personil boyband-girlsband.


Pemuda-Pemudi Hanoi. Errr... 
Tiba jam makan siang, kami makan di sekitar Van Miew dan lagi-lagi dibayarin oleh teman-teman baru.  Rejeki solo traveler emang nggak kemana, ya?  Setelah makan, tujuan selanjutnya adalah Ho Chi Minh Musoleum.  Berempat, kami naik motor sekitar 10 menit dan sampai di museum.  Sebelum masuk, pose dulu di depan pohon palem ;)

Astagaaa...betis gue 
Museum ini buka setiap hari jam 9.00-12.00. Tiket masuk seharga VND 5000 untuk wisatawan, dan gratis untuk warga Vietnam. Karena muka saya serupa dengan orang lokal, saya masuk aja tanpa bayar, hehe,..

Entrance Ho Chi Minh Mausoleum
Mausoleum ini dibangun mengikuti Musoleum Lenin di Moscow, tetapi tetap dengan gaya arsitektur khas Vietnam, terlihat dari bentuk atapnya yang landai. Bagian luar bangunan terbuat dari granit berwarna abu-abu, sedangkan bagian dalamnya didominasi warna merah, hitam, dan abu-abu.  Di dalam bangunan inilah jenasah HoChi Minh disemayamkan dan dibalsem, dimasukkan dalam peti kaca dan diberi lampu remang-remang.

Interior Ho Chi Minh Musoleum
Hari menjelang sore ketika kami berempat keluar dari musoleum dan naik motor ke West Lake.  Hanoi memang pantas diberi gelar Kota Seribu Danau.  Ini adalah danau yang lebih besar dari Hoan Kiem, dan disekitarnya ada taman cantik yang ramai pengunjung.  Saya ketemu lagi dengan beberapa pasangan dengan baju pengantin di taman ini. Banyak orang yang memancing di danau. Lucunya, ikan hasil pancingannya digeletakin  saja di jalanan tempat orang lalu lalang. 

West Lake
Di tengah-tengan West Lake ada pulau kecil tempat sebuah pagoda berdiri, namanya Tran Quoc Pagoda.  Tran Quoc adalah pagoda tertua di Hanoi yang setiap hari ramai dikunjungi umat Budha. 

Tran Quoc Pagoda
Setelah dari Tran Quoc, teman baru saya yang namanya Tran, dan adiknya (yang saya lupa namanya) pamitan pulang. Seperti Ben, mereka berdua sangat baik.  Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, terbang beribu-ribu kilometer ke negeri orang dan saya disambuh hangat, makan-minum, hang out dengan orang asing yang seperti saudara.  Sebelum pulang, saya dan Ben mampir di coffeeshop disekitar West Lake dan lagi-lagi mencoba kopi Vietnam.  

-- to be continued --


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengeluaran hari ini:
0. Iya, benar-benar 0.. 

4 comments :

  1. huwaaaa nice post! belom kesampean nih jalan2 ke Hanoi. salam kenal yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal.. Saya malah belum berani ke India :(

      Delete
  2. Habis baca postingan ini, request buat postingan cara mendapat teman jalan di luar negri dong haha, ato ga kakak ajak saya jalan bareng2 kalau mau keluar negri, biar gw ada tukang foto nya *kidding*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gampang...sekarang kan udah ada couchrusfing. Cara mendapatkan travel partner dari dalam negeri, itu yang susah,hehehe...

      Delete