Monday, April 29, 2013

Book Review: Nomadic Heart

Cover Depan dan Belakang Buku Nomadic Heart

Belakangan ini saya punya hobby baru: membaca buku travel. Bukan hanya panduan perjalanan, tapi juga cerita-cerita nonfiksi karya travel writers. Dari sekian banyak buku itu ada yang bagus, ada yang jelek, ada yang jelek banget sampai saya nggak sanggup membacanya sampai habis. Nomadic Heart karya Ariy ini satu-satunya buku yang membuat saya tertarik me-review nya.  

'Dengan menulis saya merasa sekolah tiada henti, karena saya harus banyak membaca, banyak observasi, banyak mendengar, banyak berdiskusi, dan sebagainya.' 
Itu adalah sepenggal kalimat diawal buku yang langsung saya amini. Tidak berlebihan kalo saya mengambil highlighter dan mewarnai kalimat diatas. Itulah jawaban atas pertanyaan orang-orang bahkan saya sendiri selama ini kenapa repot-repot menulis perjalanan saya ke berbagai tempat. Buat sebagian orang mungkin itu sepele dan tidak ada artinya, tapi buat saya, menulis adalah belajar. 

Banyak cerita dalam buku ini yang begitu dekat dengan kehidupan saya, walaupun saya belum seberuntung Mas Ariy yang bisa menginap di rumah artis Thailand. Saya  juga belum se-berani Mas Ariy untuk resign dari kantor dan memilih traveling sebagai jalan hidup, walaupun saya sudah memikirkan ini sejak lama. Saya juga belum seberuntung Mas Ariy yang bisa menampung traveler dari berbagai belahan bumi di rumahnya, karena saya tinggal di tempat yang bahkan lokasinya tidak terdaftar di Couchsurfing

'mengapa hidup tidak dibikin mudah saja: lahir - sekolah - bekerja - menikah - mati.' Ah, seandainya hidup semudah itu... 


3 comments :

  1. i agree with U
    menulis blog travel sangat bermamfaat bagi kita sendiri dan orang lain.
    suatu kepuasan sendiri jika tulisan penulis menginspirasi banyak orang.

    Buku Nomadic Heart ini release tahun berapa mba'??
    masih ada gak di grahamedia

    ReplyDelete
  2. buku ini published tahun 2013, masih baru banget.. Kayaknya masih ada di Gramedia..

    ReplyDelete
  3. makasih ya infonya.
    btw buku ceritanya menceritakan wilayah mana saja??
    cost berapa?

    ReplyDelete