Sunday, March 31, 2013

Why Vietnam?

Uncle Ho (source)
Bermula dari keisengan mencari tiket murah di sela-sela jam kerja (ya, saya adalah karyawan teladan yang multitasking) dan ketemulah tiket Singapore - Kuala Lumpur - Hanoi dengan harga murah, nggak lebih dari 600ribu rupiah. Tanpa pikir panjang saya langsung membeli dan 10 menit kemudian printer kantor memuntahkan tiket saya.  Printer kantor? Ckckckck 

Dengan penuh sukacita, saya mengabarkan penemuan ini kepada teman-teman dan membayangkan tatapan iri nan kagum dari mereka. Kenyataannya, bukan tatapan iri, bukan kagum, apalagi standing applause yang saya dapatkan atas tiket murah ini melainkan kerutan di dahi disertai berbagai pertanyaan: emang ada apa di Vietnam? Nggak takut diculik? Ih ngeri ah, Vietnam kan daerah konflik! Hellooooo... kalo Cuma pengen tau ada apa di Vietnam ngapain gue jauh-jauh kesana, googling ajah. Helooooo... kalo takut diculik, gue nggak akan kemana-mana, mending gue sembunyi aja dikolong tempat tidur seumur hidup gue. Hellooooooo... Vietnam daerah konflik? Lu kebanyakan nonton film Rambo ah. 2013 dan tontonan lu masih Rambo? 

Tapi demi menjaga hubungan silaturahmi dengan teman, kelimat-kalimat dengan tulisan miring diatas hanya saya ucapkan dalam hati. Saya akui, Vietnam emang bukan destinasi wisata favorit bagi orang-orang Indonesia. Jadi kenapa saya kesana? Why Vietnam?

  1. Beberapa tahun belakangan ini pariwisata Vietnam semakin berkibar di dunia internasional. Wisatawan dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia sering menjadikan negara ini sebagai tujuan utama wisata mereka, selain Thailand (Backpacking Vietnam, Olenka Priyadarsani, Elex Media Komputindo). Buktinya, calon suami Si Jangkung dan Si Kontet menjadikan Vietnam sebagai next destination mereka di Asia setelah Thailand.  Siapa Si Jangkung dan Si Kontet ini? Baca disini. 
  2. Foto-foto perjalanan yang dikirimkan oleh Si Kontet selama mereka di Vietnam membuat saya menggebu-gebu pengen kesana melihat langsung keindahan alam disana dan ehem, ketemu langsung dan memastikan calon suami  Jangkung dalam keadaan sehat. Errrr....
  3. Tiket murah penerbangan internasional ke Vietnam. Yahh...walaupun tetep aja saya merogoh kocek agak dalam untuk tiket ferry ke Singapore. Dear mr. F, penguasa Lagoi, tolong turunkan harga tiket ferry demi salah satu staff mu yang haus traveling ini. Pleasee...
  4. Bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Buat warga negara yang tinggal di daerah pedalaman seperti saya, sangat sulit jika harus ke Jakarta mengurus visa. Menggunakan jasa tour & travel? Mas, mbak, ini tuh hutan, kalo buka kantor tour&travel disini buat apa? Monyet-monyet mau traveling nggak butuh tiket pesawat, visa, ama paspor kok.
  5. Vietnam tidak mengenal airport tax. Penting nih! Indonesia kapan ya?
  6. Akomodasi sangat murah di Vietnam. Nggak percaya? Coba cek di Agoda atau Hostelworld. Untuk kelas dorm hanya 5-8 USD.
  7. Culinary. Seperti negara indochina lainnya, kuliner di Vietnam didominasi pork. Hmmmmm... yummy!
  8. Vietnam mempunyai objek wisata sejarah yang sangat menarik. Biaya masuknya juga sangat murah, bahkan banyak yang gratis.
  9. Nilai mata uang Vietnam sangat rendah, bahkan 2x lebih rendah dari rupiah. Jadi, kalau kita ke Vietnam berasa jadi jutawan deh.hehehe...
  10. Harga paket tour sangat murah. Tapi masih agak trauma dengan Phi-Phi Island di Thailand, saya memutuskan untuk nggak akan membeli paket tour apapun di Vietnam! Kisah Tour Phi-Phi Island 
  11. Ada yang penggemar nightlife? Psstttt... konon katanya di kawasan Pham Ngu Lao berderet ratusan bar, pub, restoran, dan mereka buka 24 jam! Backpackerrrrsss...are you ready to PARTY!?? | ay ay captain! | I can’t hear youuuuu... | Ay ay captain! Eh ini kok jadi Spongebob sih?
  12. Dari segi arsitektur (ehem, sampai hampir lupa kalo saya ini arsitek muda berbakat ) bangunan-bangunan di Vietnam bergaya Perancis. Pasti sangat menarik.
  13. Secara fisik, orang Indonesia sama Vietnam mirip-mirip lah, jadi saya bisa menikmati hobby saya selama traveling yaitu NYARU DENGAN WARGA LOKAL.

Poin-poin di atas hanya beberapa contoh alasan mengunjungi Vietnam. Masih banyak poin penting lain yang lebih bersifat pribadi. Saya selalu yakin, tidak akan pernah ada kata RUGI dalam hal mengunjungi tempat baru, apapun itu.

Jadi, tunggu cerita petualangan saya yang seru di Vietnam. Walaupun singkat, tapi banyak cerita menarik dan nggak terduga. Kisahnya dibagi beberapa bagian:


Well, if there’s someone ask me Why Vietnam? I’ll ask them back: Vietnam? Why not? 

No comments :

Post a Comment