Monday, January 21, 2013

Eat, Shoping, Love #Solobackpacker #Trip2013 (Day 2 - Singapore)

Bangun pagi saya pikir masih subuh karena gelap sekali.. Sedikit meraba-raba akhirnya ketemu juga lampu baca. Nyalain lampu, ngambil hp, liat jam. Wuih,, udah jam 08.00. Kok masih gelap ya? Oo..ternyata hostel ini nggak ada jendelany, jadi nggak ada cahaya yang masuk.. Ternyata dua orang teman saya masih molor. Saya segera membangunkan mereka berdua, dan mandi. Rugi dong ya, jauh-jauh ke negara orang hanya untuk molor.

Setelah mandi kita bertiga ke lantai 1, ke meja resepsionis untuk sarapan. Biasa lah ya, sarapan ala bule-bule: roti bakar, telor, teh/kopi/susu.  Selesai makan kita langsung cabut. Kali ini tujuan kami adalah Henderson Waves. Udah nyampe di depan CityHall, saya ingat EZ-Link saya ketinggalan di hostel, jadinya balik lagi deh kita bertiga. Balik ke hostel, ambil EZ-Link, terus jalan lagi ke Stasiun Ferrer Park. Untuk menuju ke Henderson Waves, kita naik MRT yang jalur merah dan turun di Vivo City. Dari VivoCity kita ke pintu keluar dan menuju halte bus. Naik bus nomer 131 atau 145 dan turun di halte kedua di Jalan Henderson. Mata harus jeli ya, jelalatan ke atas-bawah, kiri-kanan. Begitu jembatannya kelihatan dari bus, kita segera turun di halte bus berikutnya.

Henderson Waves dari Bawah
Turun di halte, kita bingung. Jembatannya kelihatan di atas, tapi naiknya lewat mana ya? Akhirnya kita nanya ibu-ibu yang lagi duduk di halte. Ternyata di seberang jalan ada tangga menuju ke Henderson Wavesnya, tapi kita harus nyebrang jalan dan nggak ada tempat penyeberangan. Karena kami tamu yang taat peraturan (padahal takut kena denda nyebrang sembarangan), kami berusaha mencari tempat penyeberangan yang letaknya jauh. Tetapi tiba-tiba ada cewek yang dengan cueknya menyeberang jalan. Yahhhh...ngomong dong, kalo boleh nyebrang disini. Tapi emang harus hati-hati, walaupun arus lalu lintas cukup sepi. Setelah melewati tangga, akhirnya sampailah kami di Henderson Waves.

Henderson Waves
Jembatannya keren! Kami yang berkecimpung di dunia konstruksi nggak henti-hentinya mengagumi kayu-kayunya yang semuanya flat! Semuanya serba presisi. Perfect! Nggak seperti proyek kami yang kayunya melendut setelah terkena panas dan cuaca Lagoi yang ekstrim. Diatas jembatan ini bahkan bisa dilewatin sepeda. Ahh..seandainya Jakarta punya yang seperti ini.



Konon diatas jembatan ini banyak yang foto prewed. Bagus sih. Kami pun punya hobi baru sejak menginjakkan kaki di jembatan ini, yaitu foto self timer dengan 10x jepret. Bego, bego deh tuh.


Setelah puas foto-foto diatas jembatan, kami pun pulang diiringi hujan lebat.  Kembali ke Vivo City, kami makan siang dulu. Oiya, di depan foodcourt di VivoCity ini ada penjual souvenir khas Singapore yang murah sekali. Gantungan kunci seharga SGD/24 pcs. Murah nggak tuh. Dan pada saat itu si penjual dikerubungi ibu-ibu yang semuanya berbahasa Indonesia!
Selesai makan, kami ke Stasiun MRT Harbour Front yang berada di entah lantai berapa VivoCity, dan naik MRT jalur merah ke Marina Bay. Cuaca hujan gerimis, tapi niat kami untuk foto-foto tidak luntur. Teman saya bahkan sempat-sempatnya mampir di Sevel yang di basement Marina Bay untuk beli payung. Sialnya (atau beruntung), payungnya sisa satu dan warna pink! Malang bagi teman saya, yang cowok, untung bagi saya.hehehe.. Dengan bermodalkan tripod dan payung kami bisa tetap narsis, tetep dengan self timer 10x jepret.

Narsis di Marina Bay
Hujan, dan malam menjelang tahun baru membuat Marina Bay sesak oleh pengunjung. Kami bahkan nggak dapat tempat duduk di foodcourt. Akhirnya kami hanya membeli snack dan air minum, dan bersiap-siap mengambil posisi untuk pertunjukan air mancur yang nggak tau apa namanya. Lama menunggu, ternyata pertunjukannya batal karena hujan deras. Akhirnya kami menyeberang ke Esplanade, dan bersiap-siap untuk pesta kembang api yang katanya rame itu. Ternyata Esplanade juga sudah ramai dengan orang-orang dengan kamera yang gede-gede dan lensa paralon.

Kami dengan susah payah nyempil diantara cityscape hunter itu. Masih 6 jam menuju pergantian tahun, semuanya yang bisa difoto udah difoto, bingung juga mau ngapain. Akhirnya kami ganti-gantian ke foodcourt membeli makan. Makin malam suasana makin ramai. Nah, yang menarik nih ya, walaupun ini malam tahun baru nggak ada yang main petasan. Kalo di Indonesia sih, orang-orang udah adu petasan siapa yang paling kenceng dari sore.

Malam menjelang Tahun Baru di Marina Bay
Dan akhirnya bang! Kembang api mulai bermunculan. Nggak ada yang spesial, gitu-gitu doang. Asep dimana-mana, kembang apinya nggak kelihatan di foto. Nggak nyampe setengah jam, kembang apinya berhenti. Dan lautan manusia pun berdesak-desakan mencari jalan pulang menuju stasiun MRT terdekat. Karena malam tahun baru, MRT beroperasi sampai jam 02.30.. Setelah berkeliling karena banyak jalan yang ditutup, sampailah kami di stasiun City Hall dan kembali ke hostel tercinta. Entah karena kecapekan, saya langsung tidur, nggak sempat ganti baju, cuci muka, apalago gosok gigi. Jorok!

Happy New Year!


Pengeluaran Hari ke2 Singapore:
Makan Siang                       SGD 7
Snack                                     SGD 2.5
Makan Malam                    SGD 6

Total                                      SGD 15.5   = Rp 124.000 (kurs 1 SGD = Rp 8.000)
Belanja nggak dihitung yaaa :p

No comments :

Post a Comment