Tuesday, January 15, 2013

Eat, Shoping, Love #SoloBackpacker #Trip2013 (Day 1 - Singapore)

30 Desember 2012. Pagi yang cerah di hari Minggu. Jam 6 pagi saya sudah bangun, packing, dan mandi.  Setelah memastikan nggak ada yang ketinggalan, saya pun memindahkan barang dari kamar ke ruang depan biar entar kalau jemputan datang siap diangkut.

Minggu Pagi yang Cerah di Lagoi
“Barangnya dikit amat! Sampai ke Thailand lho”, komentar Mbak Susi yang ngeliat ransel saya.

“Iya mbak, bajunya dikit, entar pasti belanja, hahaha”. Emang tujuan utama saya adalah belanja, jadi harus menyisakan banyak ruang buat belanjaan. FYI, saya Cuma bawa 2 baju! Sisanya underwear, handuk, alat mandi, alat makeup, dan kamera.

Jam 7.30 jemputan dateng. Saya, Yanto, dan Mbak Susi berangkat ke Bandar Bintan Telani (BBT) Lagoi untuk check in karena ferry berangkat jam 8.30. Tiket Ferry untuk Lagoi-Singapore harganya SGD 45 (one way) dan SGD 67.5 (return). Saya membeli tiket one way karena belum ada rencana yang pasti tanggal berapa kembali ke Lagoi.

Di BBT saya bertemu salah satu teman yang juga mau ke Singapore. Mendengar saya mau ke Thailand sendirian, dia kaget dan bilang saya gila. Oke, orang pertama yang terang-terangan mengatakan saya gila.
Tepat jam 8.30 ferry berangkat dan sampai di Tanah Merah Ferry Terminal (TMFT) Singapore 45 menit kemudian.  Antrian di imigrasi cukup panjang tapi tidak ada kesulitan.  Setelah paspor kami bertiga selesai di-stempel, kami pun berjalan menuju halte bus di depan TMFT.  Tujuan pertama adalah ke IKEA Tampines.  Menunggu bus agak lama, bus nomer 35 pun dateng, kami naik, dan turun di halte MRT Tanah Merah. Untuk sampai ke IKEA Tampines kami harus naik MRT dari Tanah Merah ke Changi dan turun di Tampines.

Di Station Tampines kami turun, dan makan di mall atau apa gitu, lupa namanya. Posisinya di sebelah kiri pintu EXIT station Tampines.  Kami makan sambil browsing bagaimana caranya ke IKEA. Hasilnya nihil, karena internet begitu lemot (pake provider 2 huruf punya negara tetangga tapi ada di Indonesia) dan wi-fi nggak ada.

Selesai makan kami mencari halte bus terdekat karena seingat saya ada shuttel bus yang mengantar dari Station MRT Tampines ke IKEA. Gratis. Hampir satu jam kami muter-muter nyari halte dan nggak ada satupun yang kelihatan. Apa kita keluar di pintu yang salah ya? Sedikit hopeless, capek angkut ransel yang berat, kami hanya berdiri di pinggir jalan memperhatikan orang-orang. Memberanikan diri bertanya ke salah satu cewek yang jalan sendiri adalah langkah yang tepat, karena dia bukan henya memberikan petunjuk, bahkan mengantarkan kami ke halte. Baik sekali. Ternyata posisi halte berada di sisi satunya lagi. Dekat sekali tapi tak terlihat oleh kami. Sudah ada bus yang menunggu. Bus nya gede, dan sesak (yaiyalah, gratis).
30 menit kemudian bus berhenti di bangunan gede, ada tulisan Giant, IKEA, kami pun turun. Ternyata kami turun di Giant, bukan IKEA. Kami harus jalan melewati parkiran dan menyeberang jalan untuk sampai ke IKEA.  Di dalam IKEA semua barang terlihat bagus. Furniture, stationery, pernak-pernik, bahkan lampu baca.  Tapi karena duit yang tipis, saya hanya membeli satu pajangan multifungsi seharga SGD 7.
Di Halte IKEA
Kali ini jalan pulang kami benar. Menunggu shuttle bus di depan IKEA, turun di Station MRT Tanah Merah, dan melanjutkan perjalanan ke Station MRT Ferrer Park.  Hostel kami berada di Jalan Besar, dekat dengan Mustafa Center dan Little India, tapi lebih dekat dengan MRT Ferrer Park daripada Little India. Kami mencari pintu EXIT ke arah Mustafa Centre, dan jalan yang agak jauh menuju hostel di Jalan Besar.  Akhirnya sampai juga di www.tresortavern.com dan check in. Kamar kami berada di lantai 3, isinya 8 bunk bed. Kamarnya cukup bagus, tiap orang ada lampu baca dan tirai. Lockernya juga kuncinya pake kombinasi nomer (kayak di koper-koper itu lho) jadi kita nggak perlu takut ketinggalan kunci. Tapi buat orang-orang yang pelupa resikonya gede. Oiya, saya paling suka area restroom nya. Lucu. Harga untuk hostel yang ini saya lupa berapa, tapi kalau dirupiahin 320ribu rupiah untuk 2 malam per orang. Murah.
Salah Satu Sudut Tresor Tavern
Kami bertiga ketiduran sampai jam 6 sore karena entah kenapa, sakit kepala kompak menyerang kami.  Jam 6 bangun tidur, sakit kepala sudah reda, kami pun ke China Town. Ternyata untuk menuju MRT Ferrer Park dari Hostel bisa lewat City Square yang lebih dekat (EXIT I).

Di Chinatown jalan-jalan sebentar, foto-foto, ke kuil Hindu yang ada disana, foto-foto. Harusnya untuk kamera dikenakan biaya SGD 5, tapi kami nggak bayar! Ampunilah kami ya dewa.. Perut laper, kami makan di area foodcourt. Kebetulan teman-teman saya muslim, tapi mencari makanan halal disini tidak begitu sulit. Ada banyak panjual melayu yang menjual makanan halal. Setelah makan, kami jalan-jalan sebentar dan pulang dengan MRT. Sampai di hostel langsung tidur karena kaki pegel, betis berkonde, punggung pegel. Perjalanan dilanjutkan besok dengan tujuan Henderson Waves, Marina Bay.
Jalan di ChinaTown
Narsis di Kuil Hindu ChinaTown
 
Pengeluaran Singapore Hari 1:
Ferry  SGD 45
Hostel   Rp 320.000
Top up EZ-LINK SGD 10
Makan Siang  SGD 4.5
Makan malam SGD 7
(belanja nggak dihitung yaaaa...)

 

No comments :

Post a Comment