Saturday, December 22, 2012

Trip to Singapore #day2

Bangun pagi mata sepet, kurang tidur. Salahkan laki-laki india di bawah.  Turun dari bunk bed dengan usaha yang cukup keras agar tidak menimbulkan bunyi susah juga. Saya menuju kamar mandi. Di ruangan dengan 10 bunk bed ini hanya ada 1 kamar mandi dengn beberapa bilik untuk shower dan WC di dalamnya. Begitu membuka pintu kamar mandi, saya dikagetkan olah laki-laki gede, hitam, brewokan, dan nggak pake baju! Another India guy. Saya kaget, dia juga kaget. 
Setelah mandi, saya turun ke lantai 1 dan sarapan roti.  Setelah check out dan membayar biaya penginapan, saya keluar membawa semua barang yang beratnya ampun-ampun. Tujuan pertama hari ini adalah Bugis. Setelah berjalan sekitar 30 menit( iya, jalan kaki dari Little India ke Bugis), sampailah di kanopi screen textile merah bertuliskan 'BUGIS STREET'.
Bugis
Disini adalah tempat belanja yang menyenangkan bagi pecinta aksesoris dan pernak-pernik. Belanja oleh-oleh juga bisa disini. Rata-rata barangnya dijual seharga SGD 10/3pcs. Buat yang nyari baju, sepatu dan tas juga bisa disini, harganya murah-murah. Buat yang nggak suka berpanas-panasan, bisa ke Bugis Junction, yaitu pusat perbelanjaan yang cukup besar. 

Bugis Junction
Setelah capek berkeliling Bugis, saya memutuskan makan di salah satu foodcourt, masih di kawasan Bugis juga. 1 porsi nasi ayam dihargai SGD 3. Cukup murah (jangan di kurs kan ke rupiah). Perut kenyang, langsung menuju MRT, mari menuju kawasan wisata fenomenal orang Indonesia, Orchard Road. Orchard Road sama sekali tidak menarik buat saya. Sepanjang jalan hanya ada tempat belanja mewah. 
karena tidak ada yang menarik disini, saya memutuskan untuk ke kawasan Marina Bay, untuk berfoto dengan patung singa. Too bad, begitu nyampe di Marina Bay, patung singanya ketutupan gate Formula 1. Gagal foto dengan singa, foto dengan Gate F1 pun jadi. kan nggak setiap hari kita bisa foto disini.
F1 for Everyone ;)
Puas foto-foto, saya berjalan-jalan di City Square. window shoping. dang adong hepeng. Menjelang sore, kita bisa mendengar suara mobil F1 meraung-raung di jalanan. Tapi hanya bisa denger suaranya, bayangan mobilnya satupun ngggak ada yang kelihatan. 
Setelah kaki pegel, betis rasanya mau pecah, bahu udah miring sebelah gara-gara seharian nyantelin tas, duit di dompet tinggal SGD 40, saya harus mengakhiri penderitaan ini dengan segera kembali ke tanah air. Hanya butuh setengah jam dari City Hall ke Tanah Merah Ferry terminal.  Saya menunggu ferry yang akan berangkat dengan makan malam di salah satu resto di terminal ferry. Saya lupa memesan apa. Satu jam kemudian saya sudah berada di dalam ferry menuju Bintan tercinta. Bye-bye Singapore, i'll be back soon. 
Di dalam Ferry


No comments :

Post a Comment