Monday, April 9, 2012

Idola Baru Gue: Iko Uwais!

Ada yang udah nonton film The Raid? Kalo bahasa Indonesianya sih Serbuan Maut (kalo gak salah). Gw nonton film itu udah dua minggu yang lalu dan apa yang ada dalam benak gw setelah nonton film itu? This is the best Indonesian movie i ever seen. Bahkan lebih bagus dari kebanyakan film action Hollywood. Lebay nggak sih pendapat gw? Kayaknya sih nggak. Buat yang belum nonton filmnya, liat thrillernya dulu aje ye, cekidot!


Setelah liat thrillernya, gw mau nanya: nggak asing ga sih sama musiknya? Menurut gw musiknya tuh Linkin Park banget. Mungkin karena music scoring nya ditangani oleh Mike Shinoda. Bayangkan, seorang Mike Shinoda menggarap music untuk film Indonesia. Berlebihan nggak sih, kalo gw bilang kita orang Indonesia patut bangga? 

Kalo omongin sinopsis film ini atau penghargaan apa aja yang udah diraih, mungkin agak basi ya, soalnya udah banyak dibahas. Sekarang gw mau kenalan aja dengan para pemainnya nih. 

Iko Uwais
Bintang utama di film ini adalah Rama yang diperankan Iko Uwais. Kalo ada yang pernah nonton film Indonesia 'Merantau' pasti nggak asing lagi dengan tampangnya. Ngemeng-ngemeng soal film Merantau, gw jadi ingat seseorang yang dulu tergila-gila sama film ini, bahkan sempat mengajak gw nonton flmnya di bioskop. Dan apa tanggapan gw? "ah, ngapain nonton film Indonesia di bioskop? 2 bulan lagi paling udah ada di SCTV". Kalau saja waktu itu gw tau kalo pemainnya keren begini, gw gak bakalan nolak. Hai GB, yeah, I'm talked about you (and i hope you read this post). Oke balik lagi ke Iko Uwais.Nama lengkapnya Uwais Qorny,  lahir pada tanggal 21 Februari 1983 di Jakarta. Ternyata dia juga seorang koreografer film dan atlet pencak silat. Pantesan di film ini akting berantemnya kayaknya luwes banget. Mulai saat ini, gw menetapkan diri sebagai Penggemar Iko Uwais Garis Keras. 

Ray Sahetapi
Ray Sahetapi. Beliau adalah salah satu aktor senior idola emak gw. Idola gw juga sih, tapi bukan karna aktingnya di film-film. Gw ingat 8 tahun lalu waktu gw masih unyu-unyu nya di SMU, sekolah gw yang letaknya terpencil di tengah persawahan gempar karena ada artis yang mau datang. Siapa artisnya? Ray Sahetapy! Tapi waktu itu nggak ngerti sih Ray Sahetapi itu siapa, tapi begitu dia benar-benar menyambangi sekolah kami, gw pernah ngeliat mukanya di infotainment. Ray Sahetapy berperan sebagai Tama Riyadi, gembong narkotik kejam, penguasa gedung apartemen yang isinya penjahat semua. Nggak semua juga sih penghuninya penjahat. Kekejaman Tama di film The Raid nggak kalah sama gembong mafia Italy di film hollywood.


Joe Taslim
Joe Taslim. Sekilas mukanya mirip VJ Daniel. Otomatis mirip juga dengan kiper timnas Malaysia. Mungkin mereka tadinya kembar 3 yang terpisah di rumah sakit. Berperan sebagai Sersan Jaka, pemimpin operasi penyerbuan. Waktu pertama kali nonton The Raid, gw pikir dia pemeran utamanya. Dan timbul pertanyaan di benak gw: 'bisa ya chinese jadi polisi? masuk pasukan elite lagi'. Bukannya rasis ya, tapi kenyataannya di negara kita ini konon katanya sulit bagi warga keturunan untuk masuk kepolisian atau semacamnya.
Setelah Iko Uwais, Joe Taslim adalah idola gw di film ini. Muka ganteng, badan tegap, berjiwa pemimpin, tegas, setia kawan, dan bertanggung jawab, dan jago beladiri. Sayangnya dia nggak mau jadi pacar gw.



Donny Alamsyah

Donny Alamsyah. Wajahnya nggak asing lagi, mungkin karena main di banyak film yang sebagian besar udah ditayangkan berulang kali di SCTV. Berperan sebagai Andi, tangan kanan dan otak bisnis narkoba Tama. Siapa sangka kalo dia ternyata kakak kandung Rama, anggota pasukan elit yang melakukan penyergapan? Gw sih dari awal film, yang waktu adegan dia ngeliat Rama di CCTV udah nebak kalo dia ada hubungan dekat dengan Rama, mungkin teman main kelereng waktu kecil. Ternyata lebih dari itu. Aktingnya laga-nya cukup bagus, tapi belum bisa menandingi Iko Uwais. Bahkan gw sempat berpikir mungkin dia dulu pernah belajar ilmu bela diri. 



Yayan Ruhiyan
Yayan Ruhiyan. Sumpah, gw geregetan sekaligus kagum banget sama orang ini disepanjang film. Sakti mandraguna nyaris tak terkalahkan. Berperan Sebagai Mad Dog, kaki tangan Tama dan tukang pukul yang keahlian silatnya sangat tinggi. Dia juga main di film Merantau bareng Iko Uwais. Mungkin mereka sepaket dan saling melengkapi, layaknya batu batere yang ada kutub positif dan negatifnya.hahah. Gw sempat bepikir kalo si gondrong ini pasti guru silat Iko Uwais di kehidupan nyata. Dan ternyata gw nggak salah. Yayan Ruhiyan dalam kehidupan aslinya adalah guru pencak silat. Bahkan dia berperan penting dalam setiap adegan laga di Film The Raid dan Merantau sebagai koreografer. Gw pikir nari doang yang butuh koreografer. Jadi kalau ketemu di jalan dengan orang ini, jangan berani macam-macam,walaupun tubuhnya mungil. Bisa dibanting ntar kayak nangka busuk. 

Pierre Gruno
Pierre Gruno. Wajahnya enggak asing lagi karena sering wara-wiri di tv, walaupun tadinya gw nggak tau pasti namanya. Berperan sebagai Letnan Wahyu, senior kepolisian yang memerintahkan operasi penyerbuan. Seperti layaknya polisi tua yang udah layak pensiun, walaupun kemampuan berlaganya sudah menurun drastis, tapi dia tetap dihormati para anggotanya. Ketepatan menembaknya patut diacungi jempol. Tapi ada satu yang paling gw kagumi dari aktor ini. Walaupun usianya udah nggak muda lagi, udah 53 tahun kalo nggak salah baca di forum sebelah, wajahnya dan tubuhnya tetep kelihatan segar. Badannya masih atletis. Mungkin suatu saat kita perlu menggali lebih dalam apa rahasianya. Apakah karena menikahi cewek yang umurnya lebih muda 18 tahun? aw..aw..aw..


Tegar Satrya
Ganteng ya? Mukanya kayak India campur Arab gitu. Namanya Tegar Satrya. Berperan sebagai anggota pasukan elit penyerbu yang keras kepala. Aktingnya di film ini agak nyolot dan menyebalkan di awal-awal film. Berhubung dia ganteng dan sekarat dari tengah film sampai akhir, maka patut dimaafkan. Sepertinya dia pernah main di beberapa film Indonesia, tapi gw lupa di film apa dan Mbah Gugel juga kurang bisa membantu. Jadi cukup sekian aja ya perkenalan kita dengan si Ganteng dari Arab ini. Biar penasaran gimana gitu.


Setelah berkenalandengan beberapa pemainnya, yuk kita kenalan dengan sutradaranya, yang katanya diimport dari Amrik ini. 
Gareth Evans
"Don't bring your kid to THE RAID then complain about it being too violent. The film is KHUSUS DEWASA, I did not make it for your 5yr old :)"
Itulah peringatan yang ditulis sutradara Gareth Evans mengenai film garapannya, The Raid, dalam akun Twitter @ghuwevans.
Mungkin kalo waktu itu gw jadi followernya, gw pasti mikir kalo film The Raid adalah film yang sadis. Tapi gw sampai saat ini belum jadi followernya sih. 
Gareth Evans juga menyutradarai film Merantau. Jadi kita bisa menyimpulkan kalau Garet Evans, Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan adalah satu paket sinematografi. Eh, denger-denger dia sudah mempersiapkan sekuel The Raid, judulnya 'Berendal'. Berendal? Berandal kali! Apapun judulnya, semoga kualitasnya sebaik The Raid, bahkan lebih baik. Biar produser-produser film ecek-ecek Indonesia membuka mata dan sadar bahwa selama ini mereka berada di jalan yang sesat dan segera kembali ke jalan yang benar. 


Ini adalah scene favorit gw di film The Raid:



Oke. Sebelum berpisah, idola baru gw mau ngasih pesan pesan nih, Bye *kecupbasah



No comments :

Post a Comment